oleh

Dikoordinir Disdikbud Lampung, Dua Guru Yang Anaknya Terkena Tumor Mendapatkan Santunan

Lampung- Dua Guru honorer di SMA Negeri 2 Pringsewu yang anaknya menderita tumor jaringan dan kanker darah mendapatkan santunan dari rekan-rekan guru lainnya yang dikoordinir Disdikbud Lampung.

Aris Budianto, ayah dari Arshaka Del Junior Ramadhan penderita tumor jaringan yang merupakan guru Penjaskes SMAN 2 Pringsewu mengatakan kalau putranya yang berumur 3 tahun ini sejak November tahun lalu sudah memiliki gejala tumor jaringan.

Awalnya gejalanya itu bahwa hidung anaknya ini tersumbat, lalu konsultasi ke puskesmas dekat rumah.

“Tapi katanya alergi dan tak ada perubahan, dilakukan pengecekan dilaboratorium darah bahwa ada gambaran terkena tumor yang disampaikan oleh dr Bagus yang berada di RS Imanuel, ” kata Aris, selasa (06/07)

Saat anaknya dirawat diruang isolasi anak RSUDAM. Penjelasan dokter kalau dihidung, serta belakang mata adanya tumor yang menyerang otak mata dan tulang dikepala.

Pengelihatan anaknya hanya sebelah, mata kanan terdorong keluar dan membuat bola matanya keluar.

Tapi kornea masih kelihatan dan tetapi tidak bisa berfungsi lagi seperti anak lainnya.

Ahmad Faizul Aulia yang juga guru PAI di SMAN 1 Pringsewu ayah dari Abdurrahman Barizul Muaskar penderita leukimia Limpoblastik Akut Sel T atau kanker darah
mengatakan kalau usia anaknya saat ini 7 tahun.

Diketahuinya leukimia ini sejak 3 Mei lalu, dan saat ini pihaknya sedang melakukan kemoterapi setiap seminggu sekali.

“Saat ini sudah masuk kemoterapi yang ke 7, dan memang tanda awalnya itu tubuhnya lebam hitam diperut dan juga bagian kakinya, ” kata Ahmad

Dirinya mengira kurang vitamin dengan mata yang memerah, tapi langsung dapat penanganan dan tidak sampai berbahaya.

Tetapi secara fisik seperti orang normal lainnya tapi tidak bertenaga.

Fungsi sel darah putih menyerang sel darah lainnya, hingga sel darah dan tenaga menjadi hilang.

“Saya bersama pak Aris berterima kasih kepada Disdikbud Lampung dan merupakan kepedulian yang tidak dapat dibalas olehnya dan hanya Allah SWT yang mampu membalas kebaikannya,” kata Ahmad

Kadisdikbud Lampung Sulpakar mengatakan kalau dirinya tidak bisa memberikan apapun kepada kedua tenaga pendidik ini, hanya Rp 121 juta sebagai wujud bantuan untuk kepedulian.

“Saya tentunya sangat merasakan betapa pilunya dan saya sedih, dan ini merupakan dompet kepedulian dari guru-guru jenjang SMA/SMK/SLB untuk membantu kedua adik kita ini, ” kata Sulpakar

Proses pengumpulan sejak 3 minggu lalu terkumpul, karena perlu perhatian oleh semua pihak.

Dengan rinciannya untuk Arshaka Rp 85 juta dan sisanya Rp 36 juta untuk Barizul. (*)

Komentar