oleh

Tidak ada Jaminan Kesehatan Warga keluhkan Pembangunan Apartemen City Lampung

Seribuberita.id – warga keluhkan Pembangunan proyek Gedung Apartemen City Lampung (ACL) yang mengakibatkan warga sekitar kawasan sering mengalami batuk akibat debu yang ditimbulkan dan membuat seluruh warga merasa dirugikan dari segi kesehatan.

Pasalnya banyak warga yang tinggal di Lokasi Kelurahan Bumi Waras ,Kampung Kunyit ,Teluk Betung Selatan , BandarLampung tersebut mengeluhkan sakit akibat debu yang di sebabkan oleh proyek pembagunan yang mengakibatkan warga merasakan seperti kebisingan akibat suara kencang dan menganggu jam istirahat mereka, kamis (25/2).

Saat di temui di kediaman nya di desa kunyit kecamatan bumi waras salah satu warga Mumun mengatakan bahwa semenjak adanya pembangunan mereka merasakan batuk, gatal- gatal yang di sebabkan debu yang mereka rasakan setiap hari, tidurpun terganggu pasalnya jam kerja hingga larut malam dan membuat siaran tv rusak.

“Dampak dari pembangunan tersebut di rasakan oleh Rt. 039, rt .040, rt.042, terganggu akibat aktifitas para pekerja pembangunan ACL yang jam kerja nya hingga larut malam”, ucap mumun.

Selama pembangunan proyek ACL kami tidak sama sekali merasakan bantuan apapun baik berupa kesehatan ataupun konpensasi apapun.

Namun kami mendapatkan bantuan hanya saat Pembangunan rumah sakit saja itupun berupa beras 2,5 kg, minyak goreng dan gula 1 kg, ucapnya.

Menindak lanjuti hal ini, sejumlah awak media mengkonfirmasi kepada pihak ACL , Staf Menejamennya Noval terkesan enggan memberikan komentar.

Namun demikian Pihak kontraktor ACL tidak dapat ditemui, melainkan hanya Safety Ovicer.

Saat di wawancarai safety ovicer Binsar mengatakan “Kita akan Kordinasi lagi dengan likungan hidup kalau memang benar kotor dan berdebu kita akan memprotek dan menyelesaikan secepatnya ,” ucap Binsar.

Dalam hal tersebut saat disingung terkait Konpensasi terhadap warga terdampak pembangunan ACL Binsar mengatakan akan segera di Evaluasi dan ia menjelaskan bahwa pihak dari ACL sering sosialisasi dan mengunjungi masyrakat di lingkungan 3, ucap binsar.

“Namun Sejumlah warga yang ada saat di lingkup ACL menyangkal bahwa tidak ada kunjungan apapun dari pihak pengembang Karena kampung tersebut memilik 3 lingkungan, lingkungan 1, 2 dan 3, akan tetapi pihak pengembang hanya ke lingkungan tiga saja,” tutur salah satu warga.(kris/fer)

Komentar