Warga Akui Bantuan Sembako Covid-19 di Lamtim Tidak Senilai Rp150 Ribu

Lampung Timur – Bantuan tanggap darurat corona virus disease (covid-19) berupa sembilan bahan pokok (sembako) senilai Rp150 ribu secara bertahap telah diterima puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM).

Sembako senilai Rp150 ribu itu berupa beras 10 Kg, sarden satu kaleng, mie instan empat bungkus, telur delapan butir, dan 500 mililiter minyak goreng.
Kepedulian Pemkab Lamtim dalam percepatan penanganan Covid-19 dengan menyalurkan bantuan sembako mendapat apresiasi dari masyarakat di 24 kecamatan.

Namun, fakta di tengah masyarakat menunjukkan bantuan sembako yang telah diterima masyarakat tidak senilai Rp150 ribu dalam bentuk sembako.

Misalnya di Desa Sidorejo Kecamatan Sekampungudik. Warga menerima 10 kg beras berstiker gambar bupati, 1 kaleng sarden, empat bungkus mie instan, 500 mililiter minyak goreng, empat butir telur dan juga ada jadwal puasa dengan gambar Bupati Zaiful Bukhari.

Berbeda yang di sampaikan oleh seorang warga di Desa Pematang Tahalo, Kecamatan Jabung. Warga yang enggan disebutkan namanya mengaku mendapatkan bantuan sembako dari Pemkab Lamtim berupa 2 Kg beras, 1 butir telur dan 1 bungkus mie instan.

Menurut warga yang berdomisili di Dusun 6 Desa Pematangtahalo itu, dia menerima bantuan diantar oleh perangkat desa setempat.

“Pak RT nya langsung yang mengantar ke rumah rumah warga, beras 10 kg, telur 5 butir dan mie 5 bungkus di bagi untuk lima KK,” bebernya.

Warga mengaku tidak mengetahui seperti apa mekanisme pemberian bantuan tanggap darurat oleh pemerintah juga apa saja bentuk bantuan yang diberikan.

” Kalau itu enggak tau, pokoknya ya cuma di kasih itu beras 2 kg, mie 1 bungkus dan telur 1 butir sama RT nya , ya kami terima,” pungkasnya.

Hal berbeda juga dialami warga Dusun 11 Tanjungaji, Desa Pakuanaji, Kecamatan Sukadana Lampung Timur, warga mengaku mendadak diberitahu tanpa pendataan untuk mengambil paket sembako bantuan tanggap darurat Covid-19.

BACA JUGA:  Rentan Terseret Kasus Suap, KPK RI Rakor Bersama Dinas PUPR Se-Provinsi Lampung

Warga di panggil oleh RT setempat untuk mengambil bantuan berupa sembako yakni beras 10 kg, 1 sarden, 8 butir telur, 450 mililiter minyak goreng dan 4 bungkus mie, dan diminta untuk membayar uang sebesar Rp10 ribu.

“Uang itu di minta saat mengambil sembako di rumah RT, menurut pak RT. Uang itu sebagai pengganti ongkos angkut sembako dari Balai Desa ke Dusun setempat,” ujar seorang warga Pakuanaji itu. (*)

Facebook Comments