RSUDAM Klarifikasi, Marpiah: Itu Finah, Silahkan Lihat CCTV Rumah Sakit

Bandarlampung- Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan seribuberita.id dengan judul “Keberatan Dengan Pergub di RSUDAM, Marpiah Disuruh Menghadap Gubernur” Hari senin (07/04).

Menurutnya, Sekira awal bulan maret yang lalu, datang seorang perempuan yang mengaku pegawai asuransi Allianz ke bagian administrasi Instalasi Forensik, memperlihatkan form isian asuransi dan meminta pengisian form tersebut.

Lalu petugas administrasi forensik menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku bahwa form tersebut akan diisi dan ditandatangani oleh dokter spesialis forensik dan dijelaskan bahwa ada biaya yang harus dibayar sebesar Rp. 200.000,- sesuai dengan Pergub Tarif Nomor 6 tahun 2019;.

Setelah diberikan penjelasan mengenai biaya, perempuan tersebut langsung menyatakan keberatan dengan mengatakan “mahal amat” kemudian langsung berlalu pergi sambil mencaci maki petugas dan tidak melakukan pembayaran.

Untuk keberatan pegawai asuransi tersebut, maka kami sampaikan bahwa perhitungan tarif dimaksud didasarkan pada penghitungan unit cost jasa sarana dan jasa pelayanan serta mempertimbangkan tariff kegiatan serupa pada rumah sakit Kelas A antara lain Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan sebelum ditetapkan sudah melalui proses pembahasan dengan stakeholder rumah sakit.

Yang bersangkutan juga menemui jajaran bidang pelayanan dan dengan tidak santun mengatakan bahwa. “kebijakan pusat saja dapat saya rubah apalagi kebijakan daerah”, hal ini menunjukkan bahwa ybs tidak memiliki itikad baik untuk mendapatkan penjelasan yang benar.

Dengan ini kami harap media online Seribuberita.id dapat menerbitkan berita sesuai klarifikadsi dari pihak RSUD.dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Demikian yang dapat Kami sampaikan, atas perhatian nya kami ucapkan terima kasih. Bandar Lampung, 8 April 2020 Direktur Utama Dr. Herry Djoko Subandriyo, M.K.M Pe,mbina Utama Madya NIP. 19610426 199603 1 001

BACA JUGA:  Diisukan Bukan Kader NU, Zaiful Bokhari : Saya Kader NU

Menanggapi hal tersbut, Marpiah selaku
agent asuransi Allianz life Indonesia. Merasa tidak pernah mencaci maki petugas yang ada di RSUDAM.

“Saya cuma bilang keberatan dok kemahalan, Nah ga ada saya mencaci maki emang saya gila apa saya hanya minta pergub nya. Terus setelah ditunjukkan saya bilang saya akan laporkan ke DPRD komisi V agar memberikan teguran terkait mahal nya biaya administrasi tersebut.”terang Marpiah, Rabu (08/04) kepada seribuberita.id.

Dilanjutkannya, Kenapa direksi tidak panggil saya buat kasih solusi nya, tetap ga ada kebijakan untuk menurunkan biaya Administrasi. Padahal itu kan rumah sakit di subsidi sama pemerintah masak kalah dengan RS swasta.

“Saya siap dipanggil dan dihadapan sama dokter yang bersangkutan yang menemui saya untuk klarifikasi lebih lanjut karena itu fitnah. Kalo ga minta di lihat rekaman cctv yang ada diruangan itu kalo saya benar maki maki.”tandasnya (ver)

Facebook Comments