oleh

Rita Kenalkan Situs Keratuan Balaw Pada Kaum Muda

Bandarlampung- Masih bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, hari ini Ir.Rita Purnamawati mengajak puluhan anak-anak muda untuk ziarah sekaligus kenalkan salahsatu situs sejarah Keratuan Balaw di Jalan H.Sohari Kedamaian, Bandarlampung, Kamis (29/11).

Pada kesempatan itu, Caleg DPRD Provinsi Lampung dari partai Nasdem ini menjelaskan bahwa, ini adalah salahsatu caranya mengenalkan sejarah kepada para kaum muda atau biasa sekarang disebut kaum milineal, tujuannya agar mereka tahu bahwa di Bandarlampung juga ada situs sejarah dengan nama situs Keratuan Balaw, kata alumnus SMA 3 Bandarlampung ini.

Selain mereka harus tahu, mereka juga harus kita ingatkan jangan sampai melupakan sejarah, karena dengan jasa-jasa mereka kita bisa hadir di sini, tegas Rita.

Sebelum adanya acara tersebut kami memang sudah beberapa kali mengunjungi makam Keratuan Balaw ini, bahkan lewat Rumah Peduli bersama warga sekitar berinisiatif untuk merapikan makam tersebut agar layak dan terkesan rapi, sehingga masyarakat di Bandarlampung yang ingin mengunjungi makam, sedikit merasa nyaman, ungkap pemilik slogan Peduli Bersama Bahagia ini.

Situs Keratuan Balaw terdapat dua situs, antara lain situs makan Ratu Mungkuk dan Petilasan makam Ratu Lengkara, menurut buku sejarah yang pernah saja baca dan mendengar dari tokoh-tokoh yang dituakan di sekitar makam tersebut, Keratuan Balaw berdiri sejak sebelum Islam masuk ke Lampung pada masa kerajaan Sriwijaya, Tulangbawang dan Skala Brak sekitar 15-16 Masehi dan kemudian masuknya Islam ke Lampung ada tiga orang dari kerjaan Padjajaran yaitu, Ratu Alangkara, Ratu Mungkuk dan Ratu Jangkung, terang Rita Purnamawati.

Rita menambahkan, pada sekitar abah ke 18 terjadi perpindahan lagi, keturunan Ratu Wira Saka di Way Sulan pindah ke Tabjung Iman, keturunan Rulung Ketibung mendirikan pemukiman di Tanjung Agung dan keturunan Rulung Balaw menetap di Tanjung Hening.

Pada tahun 1870 atas prakarsa Pangeran Raja Saka yang juga merupakan salahsatu keturunan Ratu Balaw bersatu dan mendirikan perkampungan Tiyuh Kedamaian, tambah alumni UGM ini.

Ratu Mungkuk salahsatu pemimpin Keratuan Balaw, pada makamnya terdapat tumpukan batu yang tersusun membentuk persegi panjang sedikit oval, sementara pada Petilasan Ratu Lengkara berupa susunan batu dilengkapi cungkup dan tidak berdinding.

Bersama anak-anak muda tersebut Ir.Rita Purnamawati mengenalkan bahwa pentingnya kita mengingat jasa-jasa para pahlawan, oleh sebab itu sudah selayaknya kita tidak melupakan betapa besar pengorbanan para pahlawan-pahlawan kita dahulu, guna memperjuangkan negeri ini untuk merdeka, tutup Rita Purnamawati.(*)

Komentar