oleh

Ali Imron : Ririn Bukan Inisiator Munculnya Tanda Tangan Palsu

Bandarlampung- Ketua DPD Partai Golkar Lampung,  Bidang Media dan Penggalangan Opini Ali Imron menyakini, kasus pemalsuan tanda tangan Johan Sulaiman bukan atas perintah Ririn Kuswantari.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan  kronologis, dari A sampai Z di depan rapat internal partai,” kata  Ali Imron, Minggu petang.

Ririn Kuswantari, menurut Ali Imron, membantah semua tudingan publik bahwa dialah “inisiator” munculnya tanda tangan palsu dalam bentuk copy scane.

Ririn, kini menjadi bulan-bulanan. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung tersebut dituding memalsukan tanda tangan wakil ketua DPRD Johan Sulaiman.

Perdebatan publik semakin liar dan merugikan nama baik partai Golkar. Golkar lalu secara kelembagaan telah meminta penjelasan kepada Ririn.
Rapat terbatas, hadir Sekertaris Supriadi Hamzah, dan tiga pimpinan: Indra Ismail, Made Bagiase, Ismet Roni, Ririn Kuswantari, dan Ali Imron.

“Dari penjelasan mbak Ririn, gamblang, tidak pernah menyuruh staf untuk membuat tanda tangan palsu.” Imron menegaskan.

Imron yang mantan wartawan itu menyebut informasi disejumah media masih bersifat sumir, belum terklarifikasi dengan benar dan perlu diluruskan.

“Tolong rekan kami ( Ibu Ririn) jangan terburu di hakimi seolah2 dia sudah tersangka,” ujar Imron, yang juga anggota DPRD Lampung.

Ditempat terpisah, Ririn menyatakan siap untuk menjelaskan kronologis sejauh yang dia lakukan dan ketahui terhadap tudingan publik.

“Tolong akhiri semua fitnah pada diri saya. Pemalsuan tanda-tangan pak Johan bukan atas perintah saya selaku ketua Komisi I.”tandasnya

Komentar