Bandar Lampung – Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Farid F. Saenong, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menghadirkan pelayanan publik yang tidak sekadar memenuhi target administrasi, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Farid saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Senin (6/7/2026) pada Aula Saibatin kantor setempat.
Dalam arahannya, Farid menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama perlu memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, setiap program dan kebijakan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan yang lebih besar, baik di tingkat nasional maupun global.
“Kita bekerja bukan hanya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar kita, tetapi juga harus mulai berpikir bagaimana Kementerian Agama dapat berkontribusi secara global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan moderasi kehidupan beragama, peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan pendidikan keagamaan, hingga kepedulian terhadap isu lingkungan.
Farid mencontohkan dua program prioritas Kementerian Agama, yakni Kurikulum Cinta dan Ekoteologi. Menurut dia, Kurikulum Cinta menjadi pendekatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang saling menghargai, memperkuat toleransi, serta mencegah munculnya kebencian dan konflik di tengah keberagaman.
Sementara itu, Ekoteologi menjadi bentuk nyata keterlibatan Kementerian Agama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui gerakan menanam pohon yang melibatkan calon pengantin, santri, siswa madrasah, hingga mahasiswa, ASN diharapkan menjadi pelopor kepedulian terhadap lingkungan.
“Menanam pohon mungkin hasilnya tidak langsung kita nikmati, tetapi manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang. Itu bagian dari ibadah sekaligus kontribusi kita menjaga bumi,” kata Farid.
Selain pelayanan kepada masyarakat, Farid juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa setiap ASN memiliki hak yang sama untuk mengembangkan kompetensi dan memperoleh kesempatan berkarier berdasarkan kinerja, integritas, serta kapasitas yang dimiliki.
Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan di lingkungan Kementerian Agama menjadi fasilitator bagi kemajuan pegawai, bukan justru menghambat proses pengembangan karier mereka.
“Tugas pimpinan adalah mendorong, membina, dan membuka ruang berkembang bagi ASN. Sudah waktunya kita maju bersama,” tegasnya.
Farid juga mengajak seluruh ASN membangun budaya kerja yang kolaboratif, saling mendukung, dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara bersama-sama demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, melaporkan bahwa pembinaan diikuti 44 peserta yang terdiri atas Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, Pembimas, dan Ketua Tim pada Kanwil, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM), Pokjawas, Pokjaluh, serta Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Lampung..
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama Provinsi Lampung saat ini didukung 8.439 ASN yang melayani masyarakat melalui berbagai satuan kerja, termasuk 225 Kantor Urusan Agama (KUA), 99 madrasah negeri, ribuan madrasah swasta, 5.924 pondok pesantren, serta lebih dari seribu penyuluh agama lintas agama.
Menurut Zulkarnain, besarnya sumber daya tersebut harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dan pelayanan yang semakin berkualitas.
“Pembinaan ini menjadi penguat bagi seluruh ASN agar terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Zulkarnain. (*)
Koordinator Stafsus Menag Ajak ASN Kemenag Lampung Berikan Pelayanan Berdampak

Komentar