Bandar Lampung – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa modernisasi masjid harus diarahkan untuk memperkuat fungsi ibadah, sosial, dan ekonomi umat. Hal itu disampaikannya saat memberikan tausiyah sekaligus melaunching Program Modernisasi Masjid Kemiling di Masjid Jami’ Al Anshor, Kemiling Permai, Bandar Lampung, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Zulkarnain, masjid pada masa kini tidak cukup hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Modernisasi masjid bukan hanya soal pembangunan fisik atau pemanfaatan teknologi, tetapi bagaimana masjid mampu memperkuat fungsi ibadah, sosial, dan ekonomi sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Zulkarnain.
Ia menjelaskan, fungsi pertama yang harus diperkuat adalah fungsi ibadah. Masjid harus menjadi pusat pembinaan keagamaan yang mampu memakmurkan jamaah melalui salat berjamaah, kajian keislaman, pendidikan Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan dakwah lainnya.
Selain itu, fungsi sosial masjid juga perlu terus dikembangkan. Menurutnya, masjid harus menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Masjid harus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat, memperkuat kebersamaan, dan menjadi tempat lahirnya berbagai kegiatan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” katanya.
Zulkarnain juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi ekonomi masjid. Ia menilai masjid memiliki potensi besar untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan yang profesional dan produktif.
Menurutnya, berbagai program ekonomi berbasis masjid dapat menjadi sumber pendapatan yang mendukung operasional masjid sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan jamaah.
Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain mengapresiasi inovasi yang dilakukan KUA Kecamatan Kemiling bersama para pengurus masjid melalui Program Modernisasi Masjid Kemiling. Program tersebut antara lain menghadirkan berbagai fasilitas pendukung serta pengembangan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.
“Ini merupakan inovasi yang luar biasa. Sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, masjid harus terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Zulkarnain juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengutip kandungan Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa perbedaan suku, bangsa, dan latar belakang merupakan ketetapan Allah SWT agar manusia saling mengenal dan menghargai.
“Ketika kita saling mengenal, maka akan tumbuh sikap saling memahami, saling menghormati, dan saling membantu. Itulah fondasi kerukunan yang harus terus kita jaga,” katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Kemiling, Purna Irawan, menjelaskan bahwa Program Modernisasi Masjid Kemiling lahir dari semangat kolaborasi antara KUA, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Kemiling memiliki 111 masjid dan 61 musala yang tersebar di sembilan kelurahan. Kondisi masyarakat yang heterogen mendorong KUA Kemiling untuk terus menghadirkan program pembinaan yang mampu memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan kualitas kehidupan umat.
“Kami ingin masjid menjadi pusat kemajuan umat. Tidak hanya makmur dalam ibadah, tetapi juga mampu berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujar Purna.
Selama empat tahun terakhir, KUA Kecamatan Kemiling telah menjalankan berbagai program pembinaan melalui Safari Subuh yang menjangkau hampir seluruh masjid di wilayah tersebut. Selain itu, KUA Kemiling juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui koperasi syariah yang melibatkan masyarakat sekitar.
Peluncuran Program Modernisasi Masjid Kemiling turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta ratusan jamaah. Kegiatan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan masjid serta terwujudnya masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.
Program modernisasi tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi masjid-masjid lainnya di Lampung dalam mengembangkan tata kelola masjid yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Tampak hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung periode 2015–2019 Suhaili, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Erwinto, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Lampung Fikri Yulian, Camat Kemiling Andi Saputra Kusuma, Lurah, Ketua dan Pengurus Masjid se-Kecamatan Kemiling, masyarakat di sekitar lingkungan masjid. (*)

Komentar