UTB Gelar Pengukuhan Prof. Dr. Hasan Basri, S.Sos., M.Si jadi Guru Besar

Bandar Lampung — Universitas Tulang Bawang (UTB) menyelenggarakan pengukuhan Guru Besar bagi Prof. Dr. Hasan Basri, S.Sos., M.Si dalam sebuah prosesi akademik yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, Asisten Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Lampung dr. H. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dr. Agus Nompitu, S.E., M.T.P., Plt. Kepala Dinas Pariwisata Ir. Tony Ferdinansyah, S.T., M.T., para rektor perguruan tinggi di Bandar Lampung, serta Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. H. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hasan Basri menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Meneguhkan Komunikasi Kesehatan di Era Digital.” di Hotel Akar pada Kamis, (23/4/2026).

Ia menekankan pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menghadirkan peluang besar dalam diseminasi pengetahuan kesehatan, namun di sisi lain juga membawa tantangan berupa maraknya misinformasi yang berpotensi membingungkan publik.

“Komunikasi kesehatan yang tepat tidak hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan dan literasi masyarakat di tengah arus informasi yang begitu cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan Guru Besar merupakan capaian tertinggi dalam karier akademik seorang dosen, sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan, seorang Guru Besar diharapkan mampu menjadi teladan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menjaga integritas akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh civitas akademika Universitas Tulang Bawang untuk terus bertransformasi menjadi kampus yang berdampak, sejalan dengan semangat penguatan
sains dan teknologi di pendidikan tinggi.

“Perguruan tinggi harus hadir dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat melalui inovasi, penelitian, dan pengabdian yang berkelanjutan,” katanya.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Tulang Bawang dalam memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional. (*)

Komentar