Bandarlampung- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di adakan di Masjid Iqro, Kepala Disdikbud Sulpakar menyampaikan beberapa pesan kepada siswa siswi yang hadir pada kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Sulpakar mengatakan tujuan kegiatan mengundang siswa untuk hadir yakni untuk menciptakan iman dan ketakwaan serta menambah kecintaan terhadap Nabi.
“Kita hadirkan para siswa karena siswa ini yang akan meneruskan perjuangan kita untuk menjadi siswa yang sukses dan memiliki masa depan yang baik dan gemilang, serta kunci menuju kesuksesan adalah taat beribadah,” kata dia, Rabu (12/11/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Sulpakar menyampaikan berarapa pesan, yang pertama siswa harus taat beribadah dengan salat dan mengaji. Di Lampung sendiri memiliki program Lampung Mengaji.
Kedua, patuh kepada orang tua, selain orang tua yang melahirkan, guru juga sebagai salah satu orang yang memberikan ilmu di sekolah sehingga harus di patuhi.
“Kalau tidak patuh kepada orang tua, yakin lah sukses salah satu nya doa orang tua di ijabah oleh Allah, jika tidak hormat maka akan sulit sukses,” ucapnya.
Ketiga harus semangat untuk belajar, mengisi ilmu dan keterampilan untuk masa depan yang gemilang dan sukses. Yang ke empat disiplin, kalau tidak punya disiplin maka akan gagal. Dan terakhir yakni rendah hati dan tidak sombong.
Selain itu, dalam kesempatan, Disdikbud Lampung serahkan bantuan kepada Pondok professional tahfidzul qur’an Dzuljalali Wal Ikram pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Iqro.
Menurut Sulpakar, pemberian bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan dukungan.
Selain itu, Masjid Iqro Disdikbud Lampung juga memiliki program Jumat barokah sodakoh beras untuk diserahkan kepada masyarakat membutuhkan. “Pada setiap hari Jumat Masjid Iqro melakukan sodaqoh beras kepada masyakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Selanjutnya, jika pihak sekolah ingin melakukan kegiatan yang sama dirinya juga mempersilahkan namun dengan aturan yang ada dan tidak ada paksaan. “Jika sekolah mau melakukan berbagi beras juga bisa, tapi jangan ada paksaan, kegiatan itu juga bisa sebagai bentuk pelajaran kepada siswa untuk berbagi kepada sesama,”tandasnya (*)

Komentar