oleh

Belum Temui Titik Terang, Kuasa Hukum Tekankan Pihak Penyidik Polresta Agar Memaksimalkan Penanganannya

Seribuberita.id – Nasib malang dialami seorang gadis berinisial T yang berusia 21 tahun yang merupakan salah satu Spg Hypermart Central Plaza di cabuli oleh oknum yang diduga dilakukan oleh R satpam Hypermart central plaza Bandarlampung pada 7 November 2020 dan Kami melaporkan dugaan tindak kekerasan seksual tersebut selang beberapa jam kejadian, kamis (17/12/2020).

Saat di wawancarai di kantor Law Firm Graha yustici, Frisilia Sriis Devitasari dan yuni selaku kuasa hukum T meminta kepada pihak penyidik polresta Bandarlampung agar memaksimal kan penagananya.

“Yuni selaku salah satu tim Pengacara saat konferensi pers di Kantor Law Firm Graha Yusticia mengatakan hasil visum korban sudah satu bulan lebih belum keluar. Hasilnya, biasanya untuk perkara pencabulan atau kekerasan seksual hasil visum hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja,namun sudah satu bulan belum juga keluar hasil visum.”Ungkap Yuni

Hal senada di katakan,Frisilia Sriis Devitasari selaku Pengacara, dalam kejadian tersebut korban T selain dicabuli juga hampir menjadi korban pemerkosaan.

“Korban juga mengalami kekerasan fisik dikarenakan diduga dibanting oleh R sehingga mengakibatkan korban memar di paha dan lutut kaki kiri dan di punggung serta kepala pusing.”paparnya

Disisi lain, diungkapkan Devi, Dalam rangkaian kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional yang baru berakhir pada 10 Desember 2020 lalu, sehrusnya dapat dijadikan momentum pihak Polresta Bandar Lampung untuk menangani dugaan kasus ini lebih serius dan lebih maksimal lagi.

“Hingga kini T masih mengalami trauma atas kasus yang menimpanya tersebut.”tandasnya (kris/fer)

Komentar