Gelar Konfres, Bank Lampung Targetkan Buku II

Bandarlampung- PT Bank Lampung Gelar Konferensi Pers bersama Awak media terkait kinerja tahun 2019. Menurut Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni, Bank Lampung Menargetkan Buku II ditahun 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Eria Desomsoni didampingi Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin, Komisaris Bank Lampung Zaidirina dan Kepala Divisi Komunikasi Bank Lampung Harry Budiarjo saat mengumumkan kinerja keuangan perseroan Tahun Buku 2019 yang digelar Bank Lampung, Senin (10/2).

“Ditahun 2020 menuju Buku II menjadi target kerja Bank Lampung. Dengan komitmen para pemegang saham untuk melakukan penambahan modal, kami optimis modal Rp1 Triliun dapat dicapai, “ungkapnya

Komitmen pemegang saham untuk melakukan penambahan modal tidak terlepas dari kinerja kinclong Bank Lampung ditahun 2019 yang juga banyak mendapat ganjaran penghargaan.

Bicara tentang pertumbuhan Bank Lampung, Eria Desomsoni menjelaskan dari tahun 2017 – 2019,
secara keseluruhan Bank Lampung mengalami peningkatan mulai dari aset, kemudian dana pihak ketiga, kredit, modal inti dan modal disetor.

Sementara untuk kinerja ditahun 2019 saja, Bank Lampung mampu mencatatkan sejumlah pertumbuhan positif. Catatan positif ini dapat dilihat dari raihan laba bersih sebesar Rp 149.779.984.571,- atau tumbuh 12% persen Year on Year (y-0-y). Total asset yang dibukukan menjadi sebesar Rp 7.972.989.597.860 dari semula Rp 7.348.167.382.969 (tumbuh 8,50% perseN y-o-y).

Selain itu, Dana Pihak ketiga (DPK) berhasil dihimpun sebesar Rp 5.765.034.042.083 tumbuh 24,49% yoy Jumlah ini didorong pertumbuhan Dana Murah, sehingga CASA Rasio naik 0,52 persen menjadi 59,26 persen.

Untuk Net Interest Income berhasil tumbuh menjadi 5,21 persen y-o-y dan Fee Based Income berhasil tumbuh sebesar 200,78 persen y-o-y. Sebagai Lembaga perbankan yang menjalankan intermediasi, Bank Lampung juga berhasil mencatat pertumbuhan kredit yang cukup baik, yakni mencapai Rp 5.173.880.618 atau berhasil tumbuh sebesar 13,51% Persen y-o-y
Kualitas kredit juga berhasil dijaga dengan baik dengan rasio NPL 0,89 % lebih baik di banding rasio NPL industri perbankan yang sebesar 2,7 persen.

BACA JUGA:  NasDem Ajukan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Sebagai Prolegnas Prioritas

Guna menunjang pertumbuhan bisnis dan menjalankan misi sebagai penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah, Bank Lampung mengembangkan produk dan layanan antara lain, Kredit Usaha Mikro Berjaya dengan pola kemitraan , BLINK (Bank Lampung Inklusi Keuangan)/ Agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan inklusif) yaitu Bank Lampung BSA dan beberpa produk dan jasa Bank Lampung lainnya yang dapat diakses secara mudah oleh warga di pedesaan.

Selain itu, mendorong pertumbuhan Fee Based Income, Bank Lampung melakukan kerjasama dengan Pemerintah se Propinsi Lampung dengan mengembangkan Program Pemda On Line yang memudahkan pembayaran gaji bagi ASN dan kewajiban-nya dan juga kolaborasi dengan samsat Provinsi Lampung melalui inovasi program pembayaran pajak kendaraan bermotor (e-samsat dan samolnas) menggunakan produk Bank Lampung.

Terkait isu bangkrut, dikatakan Eria. Dirinya belum memberikan statemen ke media dikarenakan belum selesainya pansus dan pemeriksaan keuangan.

“Kemarin kan belum selesai pansus, nah jika sekarang saya menyatakan keuangan Bank Lampung baik-baik saja, untuk SDM kami akui kekurangannya.”tandasnya (*)

Facebook Comments