oleh

BPBD Bandarlampung Gelar Simulasi Gempa Bumi

Bandarlampung – Sirine tanda bahaya berbunyi, anak-anak berlari berhamburan menuju ruang terbuka sambil melindungi kepala. Beberapa anak berteriak, “gempa bumi, gempa bumi!”

Itulah sepenggal aktivitas simulasi bencana yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung kepada anak-anak yang tengah bermain di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalpataru, Kemiling, Bandar Lampung.

“Kita pakai sirine, dan dipasang rambu agar lebih familiar. Di lokasi lain ada yang pakai kentongan sebagai tanda bahaya bencana,” ujar Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Syamsul Rahman, Jumat, 18 Oktober 2019.

Syamsul menjelaskan, ada empat langkah sigap bencana yang diajarkan kepada anak-anak dan orang tua di lokasi tersebut. Pertama, harus tetap tenang dan tidak panik ketika terjadi gempa bumi.

“Jika berada di dalam rumah atau sedang berada di sekolah bisa berlindung di bawah meja dan lindungi kepala dengan tas atau tangan. Usahakan untuk tidak berada dekat dengan lemari atau barang pecah belah dan segera keluar dari rumah begitu getaran gempa selesai,” jelasnya.

Kedua, jika berada dalam gedung tinggi, usahakan segera keluar dari gedung. Sebaiknya gunakan tangga darurat dan jangan gunakan lift. Para orang tua, usahakan mengetahui tempat evakuasi dan tangga darurat sebelumnya, dengan begitu bisa langsung mengetahui jalur evakuasi saat gempa bumi terjadi.

“Ketiga, kalau berada di luar ketika terjadi gempa, waspadai bangunan dan pohon tinggi, jurang, usahakan untuk bisa berada di ruang terbuka dan tanah lapang,” ungkapnya.

Yang keempat, lanjutnya, jika getaran gempa bumi telah selesai, tetap waspada terhadap gempa susulan. Pastikan kompor telah dimatikan dan jika tercium bau gas, segera tutup dan cabut katup penghubung tabung gas.

“Kalau ada kemungkinan kerusakan listrik yang timbul akibat gempa bumi, segera matikan sumber listrik di rumah agar tidak terjadi konsleting listrik yang berdampak kebakaran,” pungkasnya. (*)

Komentar