Kakanwil : Madrasah Bekali Siswa Ilmu, Akhlak, dan Daya Saing Masa Depan

Bandar Lqmpung – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa madrasah memiliki keunggulan besar dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, religius, dan berdaya saing. Keunggulan tersebut terlihat dari kemampuan siswa madrasah menguasai ilmu umum sekaligus memperoleh penguatan pendidikan agama secara lebih komprehensif.

Hal itu disampaikan Zulkarnain saat menghadiri kegiatan Haflah Hifzhil Quran Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 di MTs Negeri 1 Bandar Lampung, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 416 siswa kelas IX.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Yan Maradonna, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Herry Setiawan, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung Erwinto, Kasubbag TU Kemenag Kota Bandar Lampung Kasimun, Kasi Pendidikan Madrasah, para Ketua Tim Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, pengawas, Ketua Pokjawas Madrasah Kemenag Kota Bandar Lampung Masniati, Ketua Komite MTs Negeri 1 Bandar Lampung, para kepala madrasah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dewan guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali siswa, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Zulkarnain mengaku bangga melihat kemampuan siswa MTs Negeri 1 Bandar Lampung yang tampil percaya diri menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam kegiatan resmi. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan pendidikan di madrasah berjalan baik.

“Pertama kali saya melihat madrasah-madrasah di Lampung ini, terutama MTsN 1, sudah menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ini positif, ini luar biasa,” ujar Zulkarnain.

Ia menilai kemampuan siswa menggunakan bahasa asing dalam kegiatan resmi tidak mudah ditemukan di semua satuan pendidikan. Hal itu menjadi salah satu ciri kuat madrasah karena peserta didik tidak hanya mendapat pelajaran umum, tetapi juga dibiasakan dengan pendidikan agama, Al-Qur’an, bahasa Arab, pembinaan akhlak, dan lingkungan yang religius.

Menurut Zulkarnain, berbeda dengan sekolah umum yang pembelajaran agamanya diberikan secara terbatas, madrasah memberikan pendidikan agama lebih komprehensif melalui mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, serta berbagai penguatan keagamaan lainnya.

“Di madrasah, pelajaran umum dipelajari, tetapi diintegrasikan dengan mata pelajaran agama. Bahasa Arab, Al-Qur’an, akhlak, dan pembiasaan religius menjadi bagian penting dari pendidikan madrasah,” katanya.

Karena itu, Zulkarnain meminta para siswa tidak berkecil hati menjadi anak madrasah. Menurutnya, madrasah bukan pilihan kedua, melainkan pilihan masa depan karena membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan untuk kehidupan dunia sekaligus nilai agama sebagai bekal kebahagiaan akhirat.

Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain juga menekankan pentingnya mencintai Al-Qur’an. Ia berpesan agar siswa terus membaca, mempelajari, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Bacalah Al-Qur’an dengan cinta. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan membaca Al-Qur’an saja merupakan nikmat besar sehingga siswa tidak perlu berkecil hati apabila hafalan belum banyak. Yang terpenting adalah kesungguhan untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, memahami tajwid dan tahsin, serta menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, Al-Qur’an akan menjadi penolong bagi orang-orang yang membaca, mempelajari, menghafal, dan

mengamalkannya. Bahkan, orang tua yang mendukung anak-anak belajar Al-Qur’an akan memperoleh kemuliaan dari ikhtiar tersebut.

“Anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah investasi terbesar bagi orang tua. Setiap huruf yang dibaca dan setiap ayat yang dihafal insyaallah menjadi pahala yang terus mengalir,” katanya.

Kepada siswa kelas IX, Zulkarnain berpesan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik ke madrasah aliyah, sekolah menengah atas, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan lainnya. Namun, ia mengingatkan agar nilai-nilai madrasah tetap dijaga di mana pun mereka berada.
“Kalian boleh melanjutkan ke mana saja. Tetapi tetap bawa nilai madrasah: cinta ilmu, cinta Al-Qur’an, hormat kepada orang tua, santun kepada guru, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu tidak datang kepada orang yang mudah menyerah, tetapi kepada mereka yang sabar, tekun, dan mau terus berusaha.

Mengutip pesan man jadda wajada, Zulkarnain menekankan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh akan memperoleh hasil.

“Ilmu datang kepada mereka yang mau bersabar, tekun, dan terus berusaha. Siapa yang bersungguh-sungguh, insyaallah akan mendapatkan hasil,” katanya.

Selain kesungguhan belajar, Zulkarnain menekankan pentingnya bakti kepada orang tua. Menurutnya, kecerdasan, hafalan, dan prestasi harus selalu disertai adab serta akhlak. Salah satu jalan keberkahan hidup adalah memperoleh rida orang tua.

“Walaupun kalian hebat, pintar, dan cerdas, jangan lupa bahwa keberhasilan itu datang dari Allah. Salah satu cara mengetuk pintu langit adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua,” ujarnya.

Ia meminta siswa tetap rendah hati, menghormati guru, menyayangi teman, dan menjaga perilaku. Hafalan Al-Qur’an, menurutnya, harus tercermin dalam akhlak sehari-hari, tidak berhenti hanya pada lisan.

Lebih lanjut, Zulkarnain menekankan pentingnya dukungan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, madrasah tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah, orang tua, masyarakat, komite madrasah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan perlu bersama-sama mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Dukungan tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pemikiran, tenaga, perhatian, fasilitas, hingga kerja sama lain yang tetap sesuai ketentuan. Tujuannya agar peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik, lingkungan belajar yang layak, serta kesempatan berkembang yang lebih luas.

Zulkarnain berharap MTs Negeri 1 Bandar Lampung terus tumbuh menjadi madrasah unggul, religius, ramah, dan berprestasi. Ia juga berharap para siswa menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, percaya diri, serta siap menghadapi masa depan.

“Teruslah belajar. Teruslah membaca Al-Qur’an. Teruslah menjaga akhlak. Jadilah kebanggaan orang tua, guru, madrasah, agama, dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Komentar