Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menegaskan pentingnya penguatan upaya promotif, preventif, edukatif, dan pendampingan dalam penanggulangan kanker di Provinsi Lampung. Menurutnya, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat serta menekan angka kasus kanker yang masih menjadi perhatian bersama.
“Kita berharap Rakerda ini melahirkan keputusan dan program kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para penyintas kanker di Provinsi Lampung. Fokus kita bukan hanya pada pengobatan, tetapi juga bagaimana memperkuat upaya promotif, preventif, edukatif, dan suportif,” ujar Wagub Jihan yang juga menjabat sebagai Ketua YKI Cabang Koordinator Provinsi Lampung, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) YKI Cabang Koordinator Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (19/6/2026).
Rakerda Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Provinsi Lampung Tahun 2026 diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pengurus YKI provinsi, pengurus YKI kabupaten/kota se-Lampung, pembina, penasihat, mitra kerja, serta sejumlah organisasi profesi kesehatan. Kegiatan tersebut digelar untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi periode 2026–2030.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza selaku Penasehat YKI Cabang Koordinator Lampung, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Lampung Asti Christomei selaku Ketua Bidang II YKI Lampung, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung dr. Josi Harnos, Ketua IDI Kota Bandar Lampung dr. Kadafi Indrawan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, Ketua Pelaksana Rakerda dr. Erlita M. Utari, serta pengurus YKI kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Wagub Jihan mengatakan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang. Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah masih banyak masyarakat yang baru memeriksakan diri ketika kondisi penyakit sudah memasuki tahap lanjut.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai faktor risiko kanker, pola hidup sehat, serta pentingnya mengenali gejala sejak dini. Upaya tersebut dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.
Menurut Wagub, forum Rakerda menjadi momentum penting untuk merumuskan arah gerak organisasi dalam jangka panjang. Ia menyebut sebuah organisasi memerlukan kompas yang jelas agar setiap program dan kegiatan yang dijalankan memiliki tujuan serta dampak yang terukur bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyampaikan tiga fokus utama yang diharapkan menjadi prioritas program kerja YKI Lampung ke depan. Fokus pertama adalah memperluas gerakan edukasi dan pencegahan kanker hingga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai jenis kanker yang umum terjadi, mulai dari pentingnya menjaga pola hidup sehat, menghindari faktor risiko, hingga mengenali tanda-tanda awal penyakit.
Dengan meningkatnya literasi kesehatan, masyarakat diharapkan lebih cepat mengambil langkah pemeriksaan ketika menemukan gejala yang mencurigakan.
Fokus kedua adalah memperkuat deteksi dini melalui pendekatan jemput bola.
Menurut Wagub, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang didukung pemerintah pusat dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan skrining dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.
“Lampung menjadi salah satu provinsi prioritas sehingga memiliki peluang untuk mengintegrasikan berbagai program kesehatan dalam kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Fokus ketiga adalah penguatan sistem rujukan dan pendampingan bagi pasien kanker. Wagub menginginkan YKI hadir sebagai tempat yang nyaman bagi pasien dan keluarga untuk memperoleh informasi, pendampingan, serta bantuan dalam mengakses layanan kesehatan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengalami kebingungan terkait mekanisme rujukan, layanan BPJS Kesehatan, maupun akses menuju rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas penanganan kanker. Kehadiran YKI diharapkan dapat membantu menjembatani kebutuhan tersebut sehingga pasien memperoleh layanan yang lebih mudah dan tepat.
Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan kanker. Pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, media, komunitas, dunia usaha, hingga unsur TNI dan Polri dinilai perlu berjalan bersama agar upaya pencegahan dan pengendalian kanker dapat dilaksanakan secara lebih efektif.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakerda YKI Lampung, Dr. Erlita M. Utari, MARS, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Organisasi dan Penguatan Layanan Yayasan Kanker Indonesia Lampung Menuju Masyarakat yang Lebih Sadar Kanker” dengan moto “Peduli, Bersinergi, dan Berdampak”.
Rakerda juga bertujuan menyusun program prioritas, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta menghasilkan rekomendasi strategis penanggulangan kanker di Provinsi Lampung.
Melalui penyusunan program kerja yang lebih terarah dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi Lampung berharap upaya pencegahan, deteksi dini, pendampingan, dan edukasi kanker dapat semakin menjangkau masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kesehatan, mempercepat penanganan kasus, serta mendukung terwujudnya masyarakat Lampung yang lebih sehat dan berkualitas. (kmf)

Komentar