Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Am Syafi’i, mendorong agar pembangunan infrastruktur laut menjadi bagian prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.
Hal ini disampaikannya kepada awak media disela pembahasan rancangan RPJMD 2025-2030 bersama organisasi perangkat daerah pemerintah provinsi dan mitra kerja legislatif.
Menurut politisi dari PDI Perjuangan Lampung itu, pembangunan dermaga sangat diperlukan di Pulau Tabuan dan delapan pekon yang berada di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan yang belum dioptimalkan akibat keterbatasan akses transportasi.
“Di wilayah ini, hasil pertanian darat seperti beras, kakao, kelapa, kopi, jengkol, serta umbi-umbian cukup melimpah. Selain itu, sektor perikanan laut juga menjanjikan. Namun, karena akses jalan darat yang ekstrem, diperlukan alternatif transportasi melalui laut,” ujar Am Syafi’i.
Ia menjelaskan, pembangunan dermaga akan menghubungkan Dermaga Kota Agung dengan wilayah Pematang Sawa atau sebaliknya, guna memperlancar distribusi hasil bumi dan laut ke pusat perdagangan.
Secara khusus, untuk Pulau Tabuan, Am Syafi’i berharap pemerintah dapat membangun dermaga yang fleksibel dan mampu menyesuaikan tinggi permukaan air laut agar kapal-kapal bisa bersandar dengan aman dan efisien.
“Dermaga di pulau harus dirancang agar dapat mengikuti dinamika pasang surut air laut, sehingga kegiatan bongkar muat dan naik turun penumpang tetap lancar,” tambahnya.
Am Syafi’i menekankan bahwa selain infrastruktur darat yang menjadi fokus utama dalam RPJMD mendatang, infrastruktur laut juga harus mendapatkan perhatian yang setara. Hal ini penting untuk mendongkrak nilai jual komoditas lokal, meningkatkan konektivitas wilayah terluar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Pembangunan dermaga ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi logistik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat kepulauan dan pesisir yang selama ini sulit dijangkau oleh arus utama pembangunan.(*)

Komentar