Ketum Komunitas UMKM Naik Kelas Rekomendasikan Pisang Goreng Beku Shamiya Naik Kelas di 2023

Bandar Lampung — Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas Nasional, Raden Tedy mengunjungi gerai Pisang Goreng Beku Shamiya di Bandar Lampung, Sabtu (31/12/2022).

Pisang Goreng Beku Shamiya menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Provinsi Lampung menjadi perhatian khusus dari Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas Nasional untuk mengunjunginya sebagai ikon usaha sektor UMKM yang Naik Kelas.

Sebagai pelopor Pisang Goreng Beku, Pisang Goreng Shamiya menjadi salah satu contoh usaha sektor UMKM yang dapat naik kelas sesuai dengan program pemerintah dan juga menjadi perhatian serius serta fokus utama dari Presiden Joko Widodo beserta jajaran kabinet Indonesia Maju yang masuk dalam RPJMN 2020-2024.

Raden Tedy mengatakan UMKM Naik Kelas ada di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Adapun alasannya hadir langsung di Bandar Lampung untuk menyambangi Pisang Goreng Beku Shamiya, hal itu karena Pisang Goreng tersebut sudah terkenal hingga lintas Provinsi.

“Saya sengaja datang kesini untuk menengok Pisang Goreng Beku Shamiya saya ingin tahu bagaimana awalmulanya dan saya ingin tahu prosesnya karena produk ini sudah sangat terkenal hingga luar daerah Lampung,” ujar Tedy 31 desember 2022, saat mengunjungi gerai Shamiya.

Tedy juga mengatakan pasca mengetahui prosesnya, ia akan mengangkat Pisang Goreng Beku Shamiya untuk Naik Kelas di 2023.

“Tentunya alasannya karena Pisang Goreng Beku Shamiya ini secara kemasan dan produknya sangat cocok untuk dibawa bepergian dan membawa konsep milenial,” ujarnya.

Lebih lanjut Tedy mengatakan akan mengunjungi beberapa tempat pelaku UMKM yang layak dinaikan Kelas di 2023.

“Sesuai dengan target kami secara nasional di tahun 2045 nanti setidaknya ada 250 ribu pelaku UMKM Naik Kelas menjadi pengusaha besar,” ucapnya.

Raden Tedy berharap jika pelaku-pelaku usaha sektor UMKM seperti Pisang Goreng Beku Shamiya ini dapat bermunculan dan bertambah diberbagai tanah air sehingga dapat meningkatkan angka rasio kewirausahaan di Indonesia, menciptakan lapangan-lapangan kerja baru, membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga meningkatkan angka kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tanah air.

Semenetara, owner Pisang Goreng Beku Shamiya Mulyadi Alkahfi, menceritakan awalmula memulai usaha Pisang Goreng Beku Shamiya.

“Awalnya nama Shamiya merupakan gabungan antara saya dan istri, awal mula merintis usaha di tahun 2016 kami hanya menghabiskan bahan baku pisang kepok pilihan sebanyak 50 kilogram per hari,” kata Mulyadi.

Saat ini lanjut Mulyadi, produksi Pisang Goreng Beku Shamiya sudah mencapai di angka rata-rata 1000 kilogram atau satu (1) ton per hari.

Bahkan pada saat merintis usaha hanya dijalan oleh Mulyadi bersama istrinya Nadya, dan saat ini Pisang Goreng Beku Shamiya sudah mempekerjakan karyawan sebanyak lebih kurang 30 orang karyawan belum lagi ditambah dengan tenaga kerja dari reseller yang tersebar diberbagai wilayah di tanah air.

Saat ini Pisang Goreng Beku Shamiya menjadi salah satu produk UMKM di Indonesia yang berkualitas ekspor dimana selain dijual dan dipasarkan di Indonesia, Pisang Goreng Beku Shamiya juga sudah terjual ke berbagai negara diantaranya : Malaysia, Singapura, Amerika, Belanda, Prancis, Turki dan Arab Saudi.

Pisang Goreng Beku Shamiya juga berhasil Naik Kelas dari yang awal mulanya masuk kategori usaha sektor Mikro dimana saat ini sudah masuk kedalam usaha sektor Kecil dari sisi omzet dan aset sesuai dengan penjabaran dari Undang-Undang Cipta Kerja dan PP no. 7 tahun 2021.

Komunitas UMKM Naik Kelas memiliki komitmen serta konsen melakukan pelatihan, pembinaan, perlindungan serta pengembangan usaha-usaha sektor UMKM agar dapat naik kelas atau dapat dikatakan UMKM Naik Kelas.

Komunitas UMKM Naik Kelas juga telah berhasil membina, melatih serta mengembangkan usaha-usaha para anggota serta binaannya untuk dapat melakukan ekspor produk-produknya ke berbagai negara.

Sebagai informasi gerai utama Pisang Goreng Beku Shamiya yang terletak di Jalan Pagar Alam (Gg. PU) No. 73, Kedaton, Bandar Lampung. (*)

Komentar