Bandar Lampung — Pengelola arisan menurun 2017 yakni Elisna Nuprida warga Bandar Lampung, dilaporkan ke Mapolresta Bandar Lampung, atas dugaan penggelapan.
Ia,dilaporkan ke kepolisian dengan nomor LP/B/2678/XI/2022/SPKT Polresta Bandar Lampung, pada 3 november 2022.
“Kami resmi melaporkan yang bersangkutan dengan dugaan penipuan,” ujar kuasa Hukum para korban arisan, M. Randy Pratama, 3 Novembber 2022.
Dari penaksiran sementara, para korban diduga menderita kerugian mencapai Rp, 8,87 miliar. Para korban terdiri dari 63 orang, yakni warga Lampung, dan sebagian warga luar Lampung.
“Kami berharap segera diproses, dan yang bersangkutan diharapkan memiliki itikad baik,” katanya.
Elisna mengelola arisan dengan metode aisan menurun dan deposito, sejak 2017. Arisan itu sendiri juga dikenal sebagai grup alisan Elis. Informasi dari para korban, disebutkan elis membentuk grup wa, dan menawarkan agar mengikuti arisan tersebut, dan mendapatkan urutan sebagai member arisan, dan dalam jangka waktu tertentu mendapat uang.
Nominal peserta arisan utuk satu slot beragam, mulai dari minimal 5 juta, 10 juta dan lebih. Kemudian, untuk deposito peserta ditawarkan menyimpan uangnya mulai dari Rp. 10 juta, dan akan ditawarkan mendapatkan uang senilai Rp, 14, 5 juta.
Para peserta pun sudah mencoba menyambangi kediaman Elisna, namun keberadaannya tidak diketahui. Bahkan, karangan bunga dari pada peserta arisan yang kecewa pun sudah ada di kediaman Elisna.
“Informasi yang kami dapat mulai Mei, dari Juni sudah ada permasalahan (tak bisa dicairkan) dan memuncak oktober ini,” katanya. (*)

Komentar