oleh

Keterbatasan Anggaran, Pemprov Lampung Prioritaskan 25 Ruas Jalan

Seribuberita.id- Pemerintah Lampung berencana mengajukan pinjaman Rp 569 miliar kepada PT SMI untuk perbaikan 14 jalan prioritas di Lampung.

Rencanya, pengajuan pinjaman tersebut diajukan selama lima tahun atau pinjaman jangka panjang.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, mengatakan melihat keluhan para pengusaha industriawan meminta supaya percepat konektifitas.

“Sementara kita meminta persetujuan di DPRD agar kita mendapatkan pinjaman 5 m, tapi sebenarnya lebih karena saya ingin kalau bisa diselesaikan satu tahun mengapa kita harus berkepanjangan dengan tahapan,” ujar Arinal usai rapat Paripurna KUA dan PPAS TA 2022, Rabu (10/11).

Oleh karena itu, lanjut Arinal, meminta pihak wartawan pun boleh mengikuti nya perkembangan. Hal ini supaya jalan itu berfungsi sesuai dengan harapannya, kualitasnya cara bekerja supaya terjamin itu tidak bisa asal asalan.

“Yang paling penting ekonomi kita bisa terjamin karena banyak perkebunan tanaman pangan peternakan, ketika dia akan lakukan pemasaran kadang-kadang terhambat,” kata Arinal.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Febrizal Levi Sukmana mengatakan, dari 1693 km kondisi kemantapan saat ini baru mencapai 76 persen.

Sedangkan, untuk mendapatkan kemantapan yang ideal itu diperlukan dana Rp 4 trilun untuk 99 ruas tersebut.

“Karena Keterbatasan anggaran kita pilih dulu jalan periotas utama,” ucap Levi saat dikonfirmasi usai rapat paripurna DPRD, Rabu (10/11).

Ia menjelaskan jalan prioritas itu dari sesuai arahan pak gubernur dan wakil gubernur dan mendapatkan 25 jalan prioritas utama. Jalan prioritas tersebut yakni yang mampu menumbuhkan perekonomian yaitu merupakan lahan sentra produksi pertanian, jalan distribusi perkebunan peternakan dan yang lainnya yang mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

Ia menyatakan, 25 ruas jalan itu memerlukan biaya sekitar Rp 2,1 triliun untuk meningkatkan perekonomian.

Sehingga, lanjut Levi, menyatakan menyusun rencana dari mana anggaran sebanyak itu perlu beberapa strategi pembiayaan, dari APBD, APBN dan dari investasi atau pinjaman.

Ia menjelasakan, pada saat ini kita pada tahun 2022 mengusulkan pinjaman ke SMI dengan bunga yang murah, untuk membiayai dari 14 ruas jalan utama tersebut.

“14 ruas utama itu sedang Visibilty Study (VS) dan DED, selebihnya nanti akan kita bahas lebih lanjut setelah ketok palu,” tutupnya. (*)

Komentar