oleh

Pemprov Gandeng Investor Cina, Komisi I Ingatkan Jangan Kebablasan

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana melakukan kerjasama dengan investor asing dari Negara Cina guna membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Investor Cina tersebut bergerak di bidang jasa konstruksi, dimana mereka menyatakan siap untuk mendanai dan membantu seluruh pembangunan yang akan dilakukan oleh Pemprov.

Investor tersebut yaitu Chief Representative For Indonesia, China Construction First Group Corp Ltd (CCFG), Sun Kelin; Executive Manager, PT. Port Engineering CSCEC Indonesia, Fan Peng dan Chief Representative for Indonesia, China Strait Construction, Lu Xianfeng.

“Lampung akan kerjasama terkait pembangunan infrastruktur jalan provinsi, pembangunan kota baru, pembangunan pariwisata bakauheni, serta pembangunan Rumah Sakit Internasional di kawasan Bandara Internasional Raden Inten II,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Senin (8/6).

Lalu ada rencana juga akan melakukan pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan besar (mal), pembangunan jalur kereta api dari Bandara Raden Intan II ke Kota Bandarlampung.

Ketua Komisi I DPRD Lampung Yozi Rizal mengingatkan agar Pemprov berhati-hati dalam memilih investor asing. Jangan sampai kebablasan.

Menurut Yozi, kita welcome terhadap siapapun yang ingin berinvestasi selama itu menguntungkan.

“Namun, tentu kita ingatkan agar pemprov berhati-hati dalam memberikan persetujuan, mencermati klausul-klausul yang ada di investasi itu. Jangan sampai ada klausul-klausul yang merugikan dan membahayakan kedaulatan negara,” ujar dia.

Sedangkan, untuk tenaga kerja bisa dibatasi, misalnya gunakan tenaga kerja khusus dari Lampung yang sudah berpengalaman atau memenuhi spesifikasi.

“Ada pembatasan jugalah untuk tenaga kerja . Kalau misalnya masih ada pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh tenaga kerja kita atau warga Lampung ya pakailah rakyat Lampung. Ngapain pakai tenaga kerja dari luar,” tutup dia.(*)

Komentar