oleh

Kejari Liwa Gelar Sosialisasi Optimalisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi yang Bersumber Dari Alokasi Dana Desa

Lambar- Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan wewenang dan tindak kejahatan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa Lampung Barat (Lambar),
menggelar sosialisasi optimalisasi pencegahan tindak Pidana korupsi yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Hal tersebut dilakukan pihak kejaksaan liwa untuk meminimalisir adanya penyimpangan dalam penggunaan ADD.

“Alhamdulillah, hari ini terakhir sosialisasi dilaksanakan di kecamatan suoh yang dihadiri oleh seluruh kepala desa di kec. Suoh dan kec. Bandar Negeri Suoh, serta sosialisasi ini juga sudah kita sampaikan ke seluruh pekon/desa se-kabupaten Lampung barat.”Terang Kasi Pidsus Bambang Irawan.SH.MH. 

Hal senada dikatakan Kasi Datun Yayan Indriana.SH.MH, dikatakannya, pihak kejaksaan berperan penting untuk menjaga ADD agar digunakan sesuai peraturan yang berlaku.

“Pada intinya sosialisasi ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya korupsi.Dimana, dalam alokasi dana desa harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.”Paparnya saat mengisi materi senin (23/11).

Disisi lain, Kasi Intel Kejari Liwa Atiq Ariyosa.SH.MH. Menjelaskan, dalam Permendes PDTT no.4 thn 2015 tentang pembentukan badan usaha milik desa.

“Dalam Permendes kita harus tingkatkan Bumdes disetiap pekon yang mana dapat menunjang perekonomian desa dan meningkatkan Bumdes demi akselerasi pemulihan ekonomi nasional..”jelasnya

Dilanjutkannya, peruntukkan dana desa bersumber dari APBN yang ditransfer melalui APBD kabupaten/kota yaitu digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pekon.

“Jadi jangan digunakan untuk kepentingan diluar aturan tersebut, penyuluhan ini sebagai pengingat agar terhindar dari tindakan korupsi akibat penyalahgunaan wewenang penggunaan anggaran,” tandasnya (*)

Komentar