Ratusan Emak-Emak Nelayan Kuala Penet Lampung Timur Turun Berorasi

LAMPUNG TIMUR –Ratusan istri nelayan Kuala Penet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, turun berorasi.

Mereka mempertanyakan soal pembebasan salah satu nelayan Kuala Penet berinisial, SAF, yang sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Ratusan istri para nelayan itu melakukan orasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Margasari, Minggu (25/3/20).

Para istri nelayan tersebut mempertanyakan nasib dari SAF, nelayan yang diamankan kepolisian pasca-insiden pembakaran kapal yang diduga menambang pasir laut di perairan Pulau Sekopong, Lampung Timur.

Dalam suatu orasinya, mereka meminta SAF dibebaskan tanpa syarat. Selain itu, mereka juga menuntut agar tak ada lagi penambangan Pasir di perairan Laut Lampung Timur.

“SAF bukan provokator, kenapa dia di tangkap dan hingga kini tak dibebaskan,” kata Ibu Upik orang tua dari saudara SAF.

Beberapa istri nelayan tersebut mengaku resah karena di rumah mereka sering didatangi aparat yang mempertanyakan insiden pembakaran Kapal tersebut.

“Sepertinya aparat akan menangkap nelayan yang ada di Margasari ini karena telah menolak penambangan pasir yang berbuntut pembakaran kapal” ujarnya.

Dalam orasinya mereka meminta keadilan yang sebenarnya dan berharap agar pemerintah bisa mendengar aspirasi mereka.

Ada disalah satu dalam sebuah poster yang ditulis pakai spidol hitam di atas kertas karton putih, warga menulis: Bapak Gubernur, lihat nasib kami, lihat nasib nelayan, apakah masih punya hati nurani?

Terlihat dari pantauan media-abpedsi Ratusan Emak-emak yang turun menggelar aksi dengan membawa berbagai poster bertuliskan tuntutan mereka ke para pemangku kepentingan.

Selain mempertanyakan keberpihakan Arinal Djunaidi, para istri nelayan yang didampingi para aktivis juga menuntut pembebasan rekan mereka, Rizal (SAF) yang ditangkap pasca pembakaran kapal penyedot pasir.

BACA JUGA:  Nelayan Temukan Mayat Mengapung di Perairan Laut Lamtim, Korban Hanyut di Sungai Belum Ditemukan

Edi Arsadad perwakilan masyarakat dan juga aktivis HAM Mengatakan Mohon kepada semua masyarakat untuk tenang jangan anarkis kita boleh menyampaikan Aspirasi di muka umum, namun jangan sampai melanggar Hukum tegas Edi ditengah kerumunan masa

“Aspirasi akan kami sampaikan kita akan minta penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk membebaskan nelayan SAF secepat mungkin jangan berpolemik tengah masyarakat, jangan buat masyarakat nelayan Resah, Hentikan Pengerukan Pasir yang dilakukan oleh PT. Sejati 555 Sampurna Nusantara (SSN), “Ucap Edi dalam Orasinya

Edi juga menyampaikan memohon Negara Hadir ditengah permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat , karena saat ini masyarakat nelayan seperti merasa dihadapkan dengan aparat penegak hukum yang mereka sendiri merasa tidak bersalah, Sebab yang dilakukan oleh nelayan bentuk akumulasi kemarahan membela Alam laut diperkirakan dapat rusak akibat penyedotan pasir laut.

Untuk itu mulai dari kepala desa, Camat Labuhan Maringgai, Bupati Lampung Timur, DPRD Kabupaten,DPRD Provinsi Lampung, dan Gubernur Lampung Arinal Junaidi dapat turun tangan menyelesaikan masalah ini secepatnya agar masyarakat nelayan tidak resah karena ini masalah kemanusiaan dan rakyat Kata edi dihadapan Ratusan masa.

Untuk diketahui publik masa unjuk rasa membubarkan diri secara tertib di akhiri dari perwakilan masa yang menyerahkan kain putih berukuran panjang, berisi tuntutan Aspirasi masyarakat kepada Edi Arsadad Untuk diserahkan kepihak terkait.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasi r
Media sebelumnya membenarkan SAF diamankan polisi.

“Diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan pembakaran kapal,” kata Pandra. (*)

Facebook Comments