Anggota Fraksi Nasdem DPRD Lamtim Minta Pemangku Kepentingan Kabulkan Permintaan Nelayan Soal Penyedotan Pasir Laut

0

Lampung Timur – Anggota DPRD Lampung Timur Fraksi Partai Nasdem, Agus Putra Eka Jasutra berharap para pemangku kepentingan di Provinsi Lampung bisa mengabulkan permintaan masyarakat yang menolak atas upaya penyedotan/ekplorasi pasir laut di sekitar Tanjung Sekopong/Laut Jawa oleh PT Sejati 555 Sampurna.

“Perusahaan yang kabarnya telah mengantongi izin dari pemerintah Provinsi Lampung, seperti kita ketahui bersama bahkan sudah dimuat beberapa media bahwa masyarakat meminta pencabutan izin perusahaan itu serta nelayan juga meminta pihak pemerintah tidak memberikan izin kepada perusahaan manapun yang hendak melakukan penyedotan pasir di sana,” kata Agus Putra Eka Jasutra, Sabtu 14 Maret 2020.

Tentunya, kata dia, Pemprov harus lebih fokus terhadap penyelesaian masalah tambang pasir laut di Lamtim agar tidak terjadi kegaduhan dan keresahan di tengah-tengah masyarakat khususnya nelayan, sampai terjadinya pembakaran kapal perusahaan yang berujung pada penangkapan nelayan.

“Kalau kita lebih dalam lagi terkait dengan masalah sosial dan ekonomi serta sumbangan terhadap investasi dan pembangunan daerah saya berasumsi nelayan jauh lebih berkontribusi langsung terhadap Provinsi Lampung khususnya Lamtim, kita tahu berapa banyak orang yang terjaga kesehatan dan kecerdasannya dengan mengkonsumsi ikan hasil tangkapan nelayan di sana. Belum lagi kalau kita hitung berapa jumlah perputaran uang yang mereka hasilkan dari setiap hasil tangkapan yang mereka jual ini investasi juga. Bahkan banyak yang komoditas ekspor juga lho misal rajungan,” ujarnya.

Menurut Agus Putra Eka Jasutra, Pemkab Lamtim dan Pemprov Lampung Bisa menghitung berapa PAD yang dihasilkan/disumbangkan kepada daerah atas adanya aktivitas ekonomi hasil tangkapan nelayan di sana. Bahkan diketahui bersama sektor pertanian dan maritim/kelautan adalah salah satu sektor penyumbang terbesar pada PAD Lamtim. Menurutnya, hal ini perlu juga dipertimbangkan dan dicermati oleh pemerintah. Belum lagi kalau bicara soal lingkungan hidup berapa juta telur ikan, udang, biota dan hayati laut yang akan mati dan rusak dengan adanya penambangan tersebut.

BACA JUGA:  TEC Tanda Tangani Pakta Integritas Partai NasDem

“Dan ini yang menjadi keresahan warga sehingga mereka melakukan aksi penolakan seperti yang dilakukan selama ini sejak tahun 2016 bahwa menurut mereka aktivitas penambangan di wilayah itu akan menggangu aktivitas penangkapan ikan di sana bahkan sampai terjadi penurunan hasil tangkapan serta kerusakan lingkungan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, bahwa sektor pertanian dan maritim/kelautan merupakan salah satu sektor penyumbang PAD terbesar di Lamtim secara berkelanjutan sejak puluhan tahun bukan hanya beberapa tahun saja.

“Ya kita tinggal pilih mengabulkan permohonan nelayan yang selama ini sudah berkontribusi selama puluhan tahun atau mengabulkan permintaan perusahaan untuk tetap beroperasi di sana yang menurut saya hanya akan berjalan beberapa tahun saja dan tidak begitu signifikan kontribusinya terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat Lampung,” jelasnya.

Dia melanjutkan, menjadi wajar apabila semua pihak tetap memperjuangkan hak-hak petani/nelayan untuk dapat terus melakukan kegiatan usahanya secara benar dan baik menuju kesejahteraan rakyat sebagai amanah konstitusi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia terwujudnya kemanusiaan yang adil dan beradab, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Terkait pembakaran/pengrusakan kapal saya turut prihatin atas kejadian tersebut, yang mana masyarakat nelayan telah melakukan perbuatan melawan hukum. Namun kalau kita cermati hal ini terjadi karena keresahan dan upaya upaya mereka yang dilakukan dengan aksi damai dan bernegosiasi yang meminta kapal tidak beroperasi tidak diindahkan oleh awak kapal perusahaan, dan saya berharap juga kepada pihak kepolisian bijak dalam menangani kasus ini. Karena saya lihat ini aksi spontan yang dilakukan secara bersama-sama bukan didalangi atau diprovokasi oleh oknum-oknum tertentu,” paparnya. (*)

Facebook Comments