Kelurahan Gunung Sari Prioritaskan Bangun Drainase

BANDARLAMPUNG – Memasukin musim penghujan yang segera datang, Dana Kelurahan tahap kedua yang sudah diterima Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung senilai Rp149,8 juta akan digunakan untuk pembangunan drainase dan plat duiker (tutup gorong-gorong).

Lurah Gunung Sari, Akbar Mandari Putra menjelaskan, sejak pencairan dana desa tahap kedua beberapa waktu lalu pihaknya langsung melaksanakan pembanguan drainase dan plat duiker guna menormalisasikan kondisi parit dan penyerapan yang tersumbat sampah akibat kemarau panjang.

“Tahapan kedua ini sebagian kita sudah mengerjakan jalan, di antaranya 8 titik rabat beton, 1 titik plat duiker dan 2 titik drainase. Tinggal sekarang mengerjakan 2 titik lagi yang belum selesai yakni drynase, ini sedang dikejar jelang musim hujan,” kata Akbar, Senin, 2 Desember 2019.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan prioritas Kelurahan Gunung Sari dalam rangka perbaikan infastruktur di lingkungan desa-desa setempat. Sebab pada pencairan dana tahap pertama, kelurahan ini juga sukses merealisasikan pembangunan infrastruktur desa berupa jalan lingkungan.

“Ya sudah terealisasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di antaranya, jalan lingkungan, rabat beton dan paving block. Jalan yang merupakan fisik yang utama, untuk kenyamanan masyarakat setempat,” ucapnya.

Akbar menjelaskan, saat melakukan laporan untuk mendapatkan alokasi dana desa, pihaknya mengajukan 28 poin. Di mana 80% untuk pembangunan sarana prasarana dan 20% untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah dana kelurahan saat ini sudah berjalan lancar semua, sudah terlaksana. Insha Allah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat dan pemerintah. Apa yang diinginkan masayarakat dalam 28 poin itu sudah terealisasi,” jelasnya.

Ia menyebut, bahwa total dana desa yang diberikan kepada Kelurahan Gunung Sari senilai total kurang lebih Rp299 jutaan yang dicairkan dalam dua tahap. Masing-masing diterima sekitar Rp149,8 juta.

BACA JUGA:  Pemkot Bandarlampung Akan Membangun Taman Wisata Agri Park di Kebun Bibit

“Ya sekitar itu, hampir Rp150 jutaan pada tahap pertama dan tahap kedua,” uncapnya.

Sementara untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, berupa pelatihan UMKM industri kue dan jajanan pasar dan beberapa sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi pencegahan demam berdarah dan lain sebagainya.

“Harapannya masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintahan di tengah mereka secara langsung. Jadi lurah juga memang satu peran yang sangat krusial karena mereka langsung berhadapan dengan masyarakat. Jadi dengan adanya dana keluarah ini setidaknya pembangunan infrastruktur di tingkat kelurahn dapat dirasakan dan disentuh langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email