oleh

Pemkot Bandar Lampung Bentuk Tim Gabungan, Antisipasi Musim Hujan

Bandarlampung – Setelah berhasil mengantisipasi bencana selama musim kemarau, kini memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama unsur terkait tengah menyusun sejumlah langkah mengatisipasi bencana.

Untuk menyusun formulasi pencegahan bencana, telah dibentuk tim gabungan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, Polri, TNI, Kejaksaan, serta Forkopimda setempat dalam Rapat Kordinasi Antisipasi Bencana Karhutla dan Permukiman Warga di Polresta Bandar Lampung, Selasa, 8 Oktober 2019.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, meski Bandar Lampung tidak memiliki hutan yang berpotensi terbakar, namun pemerintah tetap mengantisipasi kebakaran lahan dan bencana yang melanda pemukiman warga.

“Kita tidak punya hutan, hanya semak belukar yang masih bisa diatasi, tidak ada masalah. Kita sudah jalin kerjasama dari Pemkot dengan Polresta dan Kodim berserta jajaran pemerintah, semua jalan termasuk BPBD dan PUPR,” jelas Herman HN.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Samsul Rahman menjelaskan, koordinasi antar pemerintah beserta unsur terkait lainnya telah dilakukan sejak memasuki musim kemarau.

“Kalau koordinasinya udah lama, rapat ini membahas peningkatan kerjasama ke depannya. Yang mana, usai musim kemarau ini, akan memasuki musim hujan, jadi kita harus tetap siaga,” ungkap Samsul.

Pasalnya, di antara kedua musim ini banyak kejadian bencana yang tidak hanya karena alam, namun juga ulah manusia, seperti halnya kebakaran dan banjir.

“Kita setiap hari kordinasi terus, ada kejadian apa TNI dan Polri turun terus bersama BPBD. Tidak siang, tidak malam,” ungkap Samsul

Sebab, berdasarkan data dari BMKG, puncak musim kemarau pada bulan September lalu. Sehingga Oktober sudah memasuki hujan, namun rutinitas hujan terjadi November mendatang.

“Oktober sudah hujan, tapi belum rutin. Nanti puncak curah hujan November,” kata dia lagi.

Sehingga saat ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama BPBD melakukan langkah antisipasi di 20 kecamatan untuk menjaga lingkungan menghadapi curah hujan.

“Antisipasi ke bawahnya bagaimana, nanti kita akan mengajak RT, lurah, untuk menjaga lingkungan, terutama sungai dari sampah. Melalui camat kita imbau supaya sampah di pinggir sungai harus diatasi,” pungkasnya. (*)

Komentar