oleh

Mukhlis Basri : Pemprov dan Pemkot Sudah Waktunya Buat Ini

Bandarlampung- Lampung sebagai daerah yang rawan bencana, sejak puluhan tahun lalu, maka seyogyanya pada jaman milenium seperti ini sudah ada solusi untuk menyiapkan sarana dan prasarannya dalam mengatasi dan memperkecil risiko bencana.

Mukhlis Basri, politisi dari PDI Perjuangan, menegaskan hal ini saat ngobrol bareng Delta TV di kediamannya bilangan Perumahan Korpri Bandarlampung, Sabtu 3 Agustus 2019.
Mukhlis mengingatkan bahwa seyogyanya pemerintah Kota Bandarlampung bersama Pemprov Lampung sudah membuat pemetaan lokasi yang dapat dipergunakan untuk melakukan evakuasi massa, dimana saat terjadi bencana terutama yang berhubungan dengan laut, maka sudah ada lokasinya.

“Sudah tiga kali terjadi selama sepuluh tahun terakhir. Pertama saat isu Tsunami pada tahun 2015, lalu isu gempa di Kemiling pada tahun 2016, lalu dua kali bencana nyata lainnnya yakni Tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau akhir tahun lalu dan kemarin ada gempa di selat Sunda,” katanya.

Dari peristiwa ini, memang warga Bandarlampung tidak terdampak secara langsung. Namun mayoritas penduduk pesisir kalang kabut meninggalkan rumah mereka dan lari ke arah yang lebih tinggi, seperti di Kantor Gubernur Lampung, Kantor Walikota, dan beberapa lokasi yang lebih tinggi ke arah bukit di Lembah Hijau Sukadanaham.

“Ini menjadi bukti, bahwa masyarakat Bandarlampung menjadi side effect dari bencana yang terjadi di daerah sekitarnya. Maka dari itu, sudah semestinya disiapkan lahan khusus evakuasi yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga pesisir dan terutama yang berada di daerah Panjang, Telukbetung dan Kota Karang. Ribuan keluarga lo yang ada di sana,” kata anggoat DPRD RI Terpilih periode 2019-2024 itu.

Minimal, kata Mukhlis, mulai sekarang sudah dibahas untuk pembuatan lokasi yang luas berupa lapangan terbuka dan didiriikan bangunan-bangunan yang berkapasitas besar di lokasi aman yaitu yang lebih tinggi dan tentunya aman.
“Perlu dipikirkan pula akses untuk ke sana. Misalnya jalannya lebar, syukur dua jalur, sehingga sangat mudah untuk diakses untuk yang datang dan pergi.

Kalau perlu disiapkan pula Helipet, karena perkiraan untuk dropping bantuan dan sebagainya,” tambahnya.

Intinya, untuk menyiapkan lokasi penampungan seperti itu sudah harus mulai disiapkan, “Jangan menunggu jika terjadi bencana yang benar-benar melanda rakyat. Saya rasa inii BPBD punya tupoksi di sini, cobalah digagas untuk masa depan rakyat dan generasi kita,” tutur Mukhlis.

Mukhlis menegaskan, perencanaan tata ruang di Bandarlampung masih memungkinkan untuk itu. Seperti di wilayah Panjang, masih banyak wilayah pegunungan tinggi di sana, lalu di Telukbetung pun juga demikian. (*)

Komentar