Tim Gabungan Pantau Pasar Inpres Kalianda, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pengendalian Inflasi

Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok utama di Pasar Inpres Kalianda, Kamis (29/10/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas, seperti cabai, bawang merah, dan telur, mulai turun, sementara ketersediaan pangan secara umum masih terjaga.

Pemantauan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Pemkab Lampung Selatan, Kodim 0421/Lampung Selatan, Polres Lampung Selatan, Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), serta instansi terkait lainnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi gejolak harga sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama cabai, bawang merah, dan telur.

Harga cabai merah besar tercatat Rp60.000 per kilogram, sedangkan bawang merah Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur di tingkat agen turun Rp1.000 per kilogram, dari Rp25.000 menjadi Rp24.000.

“Alhamdulillah, tadi sudah kita lihat harga cabai sudah turun, bawang merah juga turun, telur juga turun Rp1.000,” ujar Tri saat menyampaikan hasil pemantauan.

Meski demikian, harga beras masih menjadi perhatian karena relatif tinggi. Menurut Tri Umaryani, kondisi tersebut berkaitan dengan kenaikan harga gabah kering di tengah tingginya permintaan dari luar daerah.

Di sisi produksi, Lampung Selatan mencatat surplus produksi padi. Hasil produksi daerah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke wilayah lain. Tingginya permintaan tersebut turut memengaruhi harga gabah yang diterima petani.

Untuk menjaga keterjangkauan harga beras, pemerintah terus menjalankan sejumlah langkah stabilisasi, antara lain melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), operasi pasar, Gerakan Pasar Murah, serta penetrasi pasar.

Bantuan pangan juga menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Tri Umaryani menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan bahan pokok di pasar masih aman dengan pasokan yang relatif stabil.

“Dari sisi ketersediaan kita aman, pasokannya stabil,” ungkapnya.

Pemantauan harga dan pasokan akan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas pangan di Lampung Selatan. Melalui koordinasi lintas instansi dan intervensi pasar, Pemkab Lampung Selatan berupaya mengantisipasi kenaikan harga, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau. (kmf)

Komentar