Bandar Lampung, 09 April 2026 – Rumah Sakit Umum Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung merupakan Rumah Sakit Tipe A Rujukan Tertinggi di Provinsi Lampung dan memiliki Pelayanan Hemodialisa berdasarkan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Izin : 13102201165170003. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek memberikan pelayanan CDL (Catheter Double Lumen) bagi seluruh pasien Hemodialisa.
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien gagal ginjal kronik yang membutuhkan terapi hemodialisa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi tindakan pemasangan CDL sebagai akses vaskular pada pasien hemodialisa.
Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali,Sp.An.,KMN.,M.Kes menyampaikan bahwa pemasangan CDL merupakan tindakan medis penting untuk memastikan kelancaran proses cuci darah, terutama bagi pasien yang belum memiliki akses permanen seperti fistula.
“Pemasangan CDL menjadi solusi cepat dan efektif dalam kondisi darurat maupun pasien baru hemodialisa, sehingga terapi dapat segera dilakukan tanpa hambatan,” ujarnya.
CDL (Catheter Double Lumen) adalah jenis kateter atau selang khusus dengan 2 (dua) saluran terpisah yang digunakan sebagai akses pembuluh darah sementara untuk keperluan medis. Penggunanaan CDL dilakukan untuk pelayanan Hemodialisis darurat atau sementara. Satu Lumen berfungsi untuk menarik darah keluar dari mesin sementara lainnya mengembalikan darah bersih ke tubuh.
Pemasangan CDL dilakukan oleh Dokter Spesialis Kardiovaskular yaitu dr. Muhammad Danasha Utomo, Sp. BTKV. Alat CDL (Catheter Double Lumen) merupaka alat single use yaitu pemakaian alat kesehaan yang dirancang khusus untuk satu kali pemakaian saja pada satu pasien. Setelah digunakan, alat ini wajib dibuang atau dimusnahkan guna mencegah Risiko infeksi, kontaminasi silang dan menjaga keselamatan pasien.
Dalam kondisi kritis, waktu adalah penentu. Pemasangan CDL menjadi solusi unggulan untuk memastikan pasien dapat segera menjalani hemodialisa tanpa harus menunggu akses permanen.
“Kecepatan dan ketepatan adalah kunci. Dengan layanan pemasangan CDL yang responsif, pasien bisa langsung mendapatkan terapi yang dibutuhkan untuk menyelamatkan fungsi tubuhnya,” ujar perwakilan manajemen.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Lampung, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek didukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas yang terus berkembang. Prosedur pemasangan CDL dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, teknologi modern, serta pendekatan patient-centered care.
Tak hanya fokus pada tindakan, RSUD juga memastikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait perawatan akses hemodialisa guna meminimalisir risiko komplikasi. Hal ini menjadi bagian dari transformasi layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan berkualitas.
Lonjakan kasus penyakit ginjal kronik menjadikan layanan hemodialisa sebagai kebutuhan vital. Menjawab tantangan tersebut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek terus memperkuat kapasitas layanan agar pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penanganan.
Dengan keunggulan layanan ini, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menegaskan posisinya sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung—hadir memberikan harapan, mempercepat penanganan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Instalasi Hemodilisa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung terdapat 40 tempat tidur ( 2 tempat tidur cadangan) untuk pelayanan CDL dengan 3 (tiga) kali sift yaitu pagi, siang dan malam sehingga total pelayanan CDL adalah kurang lebih 120 (seratus dua puluh) pasien per hari. Pelayanan CDL pada RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dapat diakses oleh pasien pengguna Asuransi Swasta, Umum maupun dengan BPJS Kesehatan.
Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinis Lampung, dr. Imam Ghozali, Sp. AN., K-MN., M. Kes., berupaya terus meningkatkan pelayanan pada RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung sesuai dengan selogan kami ‘’Bekerja Dengan Hati, Melayani dengan Cinta” “Bergerak Bersama Berkembang Bersama”. (*)

Komentar