oleh

Coffee Morning Rapat Koordinasi Terkait Percepatan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Kabupaten Lampung Barat

Liwa — Hadir dalam kegiatan
Wakapolres Lampung Barat Kompol Poeloeng Arsa Sidanu, S.IK., mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman S.Ik.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Padang Priyo Utomo, SH Kepala Dinas Kesehatan dr. Kurniawan Widyatmoko, S.Pb, Kepala Dinas Pendidikan Bulki Basri, S.Pd., MM.,
Perwakilan Kodim 0422/LB dan 15 Kepala Puskesmas se-Lampung Barat pelaksanaan di ruang rapat Rupatama Pratisarawirya Polres Lampung Barat, Pekon Watas Kecamatan Balik Bukit.kamis 13/01/2022).

Dalam kegiatan Rakor tersebut melibatkan tiga unsur, yakni Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lampung Barat, Polres Lampung Barat serta Kodim 0422/LB,Rakor tersebut dibuka langsung Wakapolres Lampung Barat Kompol Poeloeng Arsa Sidanu, S.IK., mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman S.Ik.

Terselenggaranya Rakor tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor: 2 Tahun 2022 tentang Kepolisisan Republik Indonesia dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun serta berdasarkan surat Telegram Nomor: STR/25/1/OPS.2.2022 Tanggal 10 Januari 2022 tentang Direktif pelaksanaan Vaksinasi masal pada anak usia 6-11 tahun.

Dalam Sambuatan Wakapolres Lampung Barat Kompol Poeloeng Arsa Sidanu, S.IK., mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Hadi Saepul Rahman S.Ik.,
Rakor ini ditujukan memecahkan masalah dan mencari solusi terkait percepatan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dengan bergotong-royong antara jajaran Pemkab Lampung Barat, Polres Lampung Barat serta Kodim 0422/LB.
“Tujuannya yaitu unyuk kerjasama, kolaborasi, berkomunikasi dan gotong-royong satu sama lain dari Pemda, TNI-Polri,”terangnya

“Serta kepada dinas, staf dan jajaranya mencari solusi ada permasalahan apa, kita hadapi, kita sama-sama memecahkan masalah dengan action,”
Semoga Rakor ini berjalan baik, yang penting actionnya untuk mendorong persentase vaksinasi membentuk herd immunity, sehingga kita semua sehat, semua terlepas dari penyakit.”tutupnya(MAT HOTUA)

Komentar