oleh

Festival Budaya Menara Siger Akan Digelar Februari Mendatang

Seribuberita.id- Festival Budaya Menara Siger (FBMS) akan digelar pada 21-27 Februari 2022 mendatang.

Acara gelaran tahunan itu selain dihadiri dari utusan perguruan pencak silat di Nusantara, juga bakal dihadiri dari Pencak silat mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Australia, Belanda, Swiss dan Turki.

Diketahui, Festival Budaya Menara Siger merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Federasi Pencak Silat Traditional Indonesia (FPSTI) Provinsi Lampung dan di dukung oleh Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Provinsi Lampung dan UPTD Pengelola Kawasan menara Siger Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung yang diadakan setiap tahun.

FBMS yaitu wadah Silaturahmi/Pertemuan/Networking lintas Perguruan Pencak Silat Tradisional seluruh Dunia dan juga di barengi dengan Kegiatan Pameran yang berkaitan dengan Industri MICE (Meeting, Incentive, Converence, Exhibition) di Provinsi Lampung. Kegiatan ini sudah dilaksanakan pertama kalinya pada bulan Desember 2019 lalu. 

Dan Festival Budaya Menara Siger kembali akan digelar pada tanggal 21 -27 Februari 2022 mendatang.

Selain sebagai wadah silaturahmi para pendekar dari berbagai perguruan silat, FBMS juga menjadi ajang pagelaran Seni Budaya Lampung, Festival rebut selempang Internasional, Pencak silat tradisi lintas aliran nusantara, juga menjadi program Edukasi, Inspiring dan menambah wawasan di Bidang Event/Exhibition (MICE).

Sehingga diharapkan dapat menginspirasi para pelaku usaha maupun yang baru mau merintis usaha untuk membuka peluang kerja/usaha di bidang ini, di masa Covid ini.

FBMS akan menjadi moment koordinasi dan konsolidasi lintas Perguruan silat seluruh Indonesia dan Internasional juga stakeholder MICE bersama pemerintah daerah untuk merencanakan dan mempersiapkan langkah stategis dan taktis untuk menggerakkan kembali para pelaku usaha UMKM di Provinsi Lampung.

Ketua Umum FPSTI Provinsi Lampung Saluddin mengatakan, bahwa FBMS akan menjadi Kegiatan Reguler tahunan FPSTI yang diselenggarakan secara mandiri di dukung oleh UPTD Pengelola Kawasan Menara Siger Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dan ASPERAPI Lampung.

“Kami tetap membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin ikut mendukung kegiatan ini, baik pemerintah maupun swasta,” ungkap Saluddin saat konferensi pers di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Selasa (21/12/2021) sore.

Menurutnya, untuk FBMS tahun ini, karena festival pencak silat tradisi, kali ini dipadukan pameran pariwisata dan budaya.

“Maka tahun ini venue dibagi dua, ada di Menara Siger untuk Pencak Silat dan untuk pameran pariwisata digelar di Anjungan Mall Pelabuhan eksekutif Bakauheni,” jelas Saluddin.

Tema yang di usung kali ini “Road to Bakauheni Harbour City”, sehingga kata Saluddin, harapannya dengan terselenggaranya FBMS kedua ini, dapat menunjukan kesiapan insan pariwisata.

“Khususnya praktisi pencak silat tradisi dan perusahaan pameran Provinsi Lampung dalam mewujudkan Kawasan Menara Siger, Bakauheuni menjadi Destinasi yang laik jual dan siap menerima kunjungan wisatawan Nusantara dan Mancanegara,” ujar Saluddin.

Sementara itu, Dede Djaendar Muda Ketua Asperapi Lampung mengatakan, pihaknya dari Asperapi Lampung sudah siap melakukan MICE (Meeting, Incentive, Converence, Exhibition) di Provinsi Lampung.

“Maka kami ambil momentum di menara siger ini. Bahwa kita siap melakukan Festival Budaya Menara Siger yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 -27 Februari,” ungkap Dede.

Menurutnya, Dengan datangnya para pesilat dari seluruh dunia diharapkan mampu mempromosikan Provinsi Lampung sebagai Destinasi Wisata Budaya dan menjadi salah satu media promosi nasional dan meningkatkan kepedulian Pemerintah Provinsi terhadap potensi yang bisa dicapai dengan penyelenggaraan kegiatan MICE ini serta menjadi solusi menambah PAD.

“Jadi selain menampilkan pencak silat, nanti ada pameran UKMK, autoshow, baju dan lain lain,” ucapnya.

Rafles Hamzah Pansuri Ketua dewan pembina FPSTI dan Founding Father Kuntau Semende Geru menambahkan,
FPSTI fokus pada pencak silat tradisi, yang tidak membatasi ruang gerak pencak silat mancanegara.

“Sebagai wujud nyata, heritage warisan tak benda dari UNESCO. Jadi dengan adanya penampilannya tidak membatasi ruang gerak, dan kita juga tidak membatasi dari berbagai usia. Sehingga nantinya penampilan itu benar-benar membangkitkan kembali warisan budaya Indonesia, khususnya untuk Lampung maupun Sumbagsel,” ujarnya

Dalam festival budaya itu bakal ada penampilan pencak silat dimana orang itu membawa pedang dan menampilkan atraksinya berjalan diatas piring, dan diatas bambu.

“Ini bakal menjadi tontonan menarik. Karena tidak hanya di Betawi saja yang ada namanya pencak yang kemudian disambut arak-arakan. Tapi kita di Lampung maupun Sumbagsel juga ada. Dan ini harus kita hidupkan kembali tradisi-tradisi ini,” kata Rafles.

Pihaknya mengajak kepada semua unsur untuk meramaikan Festival Budaya Menara Siger.

“Kita mengajak untuk datang melihat icon tradisi pencak silat. Selain itu juga bakal ada semacam seminar, pameran senjata khas Lampung. Kemudian berbagai hal tradisi-tradisi juga akan kami tampilkan disini,” ucapnya.

“Kami mengajak gubernur dan wali kota untuk menghidupkan tradisi ini. Kami dari FPSTI sudah siap,”tandasnya. (*)

Komentar