oleh

Narasumberi Webinar yang Diadakan Bappenas di Bogor, Bunda Winarni Sampaikan Program Swasembada Gizi Lamsel

BOGOR – Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto dipercaya menjadi narasumber pada Webinar (seminar yang dilakukan secara online) yang bertemakan gizi untuk pembangunan, ketersediaan dan keterjangkauan pangan serta percepatan perbaikan gizi dalam mendukung target (SDGs) Sustainable Development Goals di Studio Kujang 1 Hotel Salak Bogor, Senin (13/12/2021).

Webinar yang diadakan oleh Kementerian PPN/ Bappenas melalui Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor SDGs Network dan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor itu diharapkan, dapat mendorong keterlibatan berbagai pemangku kebijakan lintas sektor untuk dapat bersama-sama menemukan solusi dalam hal menyelesaikan permasalahan gizi di Indonesia dengan memaksimalkan peran teknologi dan industri.

Adapun tujuan utama diadakannya webinar tersebut antara lain :

untuk memberikan gambaran permasalahan gizi akibat sulitnya ketersediaan dan keterjangkauan akses pangan bergizi di indonesia,
mendorong keterlibatan pemangku kebijakan untuk percepatan perbaikan gizi dalam hal ketersediaan dan keterjangkauan akses pangan bergizi untuk masyarakat,
mengidentifikasi tangtangan dan kendala serta mendorong inovasi percepatan perbaikan gizi melalui peran teknologi dan industri pangan,
serta memberikan gambaran praktik baik program peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bergizi di daerah yang sejalan dengan target SDGs.

Pada kesempatan itu selaku narasumber, Bunda Winarni mengulas topik tentang praktik baik program peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bergizi di daerah berbasis partisipasi masyarakat.

Dalam paparannya Bunda Winarni mengatakan untuk mencapai target pengentasan stunting pada tahun 2024 seperti yang di cantangkan oleh pemerintah pusat, kabupaten lampung selatan sendiri mempunyai konfergensi implementasi tingkat kabupaten dengan melakukan gerakan swasembada gizi.

“Gerakan swasembada gizi merupakan inovasi kabupaten lamsel yang didalamnya banyak tumbuh inovasi dan motivasi disemua lapisan. Gerakan swasembada gizi merupakan gerakan kebersamaan dari berbagai pihak, dari tingkatan paling bawah ke yang paling atas. Ingin saya sampaikan juga bahwa gerakan swasembada gizi merupakan pondasi utama generasi masa depan kabupaten lamsel dan bangsa indonesia dalam pemenuhan gizi secara mandiri,” Ucapnya.

Lebih lanjut Bunda Winarni mengatakan bahwasannya gerakan swasembada gizi ialah prioritas utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Lamsel. ia Juga menjelaskan tentang lima layanan swasembada gizi yang telah dilakukan antara lain, layanan kia dan layanan gizi yang di ketegorikan menjadi layanan spesifik serta layanan PAUD, layanan air minun dan sanitasi, juga layanan sosial yang dikategorikan sebagai layanan sensitif.

“Ada lima layanan dalam program swasembada gizi yang telah kami lakukan di lamsel, seperti layanan spesifik dengan target perubahan status gizi balita dalam dua bulan wajib dalam kondisi baik, dan layanan sensitif dengan target menjaga kondisi status gizi tetap dalam kondisi baik untuk balita, ibu hamil / menyusui dan remaja putri,” Jelasnya.

Winarni juga menjelaskan dalam mendukung kesadaran gizi berbasis partisipasi masyarakat tersebut, pemerintah daerah kabupaten lamsel telah melakukan berbagai kebijakan yang mempunyai dasar hukum melalui perbup dan instruksi bupati.

“kita juga ada nafas gerakan swasembada gizi yang terdiri dari 4 pilar yakni, memahami dan sadar tentang informasi dan perubahan informasi, pemenuhan gizi yang mandiri, saling mendukung dan gotong royong serta memiliki kader yang hebat/militan yang bisa diartikan kader yang mampu mendampingi masyarakat dalam peningkatan perilaku kesehatan dan pemenuhan gizi mandiri,” Ucapnya.

Tak tertinggal Bunda Winarni juga menyampaikan advokasi program swasembada gizi yang dapat di replikasi untuk daerah lain serta kiat-kiat pemerintah daerah lamsel dalam mengaplikasikan program swasembada gizi di daerah.

“Program Swasembada gizi telah terbukti berhasil menurunkan kasus stunting dilamsel dan sangat memungkinkan bagi daerah lain untuk mereplikasi program swasembada gizi,” Jelasnya.

“Saya kira seluruh kabupaten/kota di indonesia telah melakukan sesuai arahan yang diberikan pemerintah pusat, tinggal bagaimana kita di kabupaten/kota itu mengembangkan inovasi-inovasi sesuai kondisi di daerahnya masing-masing, seperti di lamsel dengan program khusus gerakan swasembada gizi dan upaya kebersamaan dari semua pihak dalam mengetaskan stuting,” Jelasnya.

Untuk diketahui, Webinar gizi untuk pembangunan tersebut di moderatori oleh Sidayu Ariteja dari Direktorat KGM Kementerian PPN dengan 3 orang pengantar (Pamungkas Bahjuri Ali, Bayu Krisnamurhi dan Fatjam Kamil), 4 narasumber (Prof. Purwiyatno Hariyadi, Dhian Probhoyekti, Winarni Nanang Ermanto dan Adhi S. Lukman), dan 1 orang pembahas (Brian Sri Prahastuti). (*)

Komentar