oleh

Budi Yuhanda Berikan Pembekalan Kepada Caleg Pemula Nasdem

Bandarlampung- Untuk memberikan pemahaman kepada calon legislatif pemula dan hendak bertarung di pemilihan umum 2019 mendatang, para caleg partai NasDem diberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi legislatif dalam pemerintahan.

Hal ini diungkapkan Wakil ketua DPW Partai NasDem Lampung bidang pendidikan politik dan kebudayaan, Budi Yuhanda, menyebutkan, Pembekalan yang disampaikan, tentang tupoksi (tugas pokok dan fungsi) legislatif kepada calon legislatif, agar mereka memahami apa yang seharusnya dilakukan setelah duduk menjadi wakil rakyat.

Sehingga, kata Budi yang juga Anggota Komisi II DPRD Lampung ini, saat sudah duduk di kursi legislatif pada tahun 2019, para caleg ini memahami peran serta dia.

“Ketika mereka sudah menjadi anggota DPRD mereka sudah paham dan perannya pun dapat maksimal mengawal suara dari masyarakat,” ungkap Budi usai memberikan materi pembekalan tentang tugas dan fungsi legislatif dalam pemerintahan, di Graha Mandala, Jalan Pagar Alam Kedaton, Bandarlampung, Rabu (26/9)

Budi mengharapkan, caleg dapat mengimplementasikan materi yang sudah disampaikan didalam forum tersebut.

“Tujuan dari materi ini, tidak hanya secara teoritis saja, tapi harus dilaksanakan,” terangnya

Selain itu, Caleg dapil 6 meliputi Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji ini bercerita sekilas tentang sejarah DPRD zaman dahulu, bahwa saat itu kepala daerah sangat takut kepada DPRD, karena bisa mempidanakan pemerintah.

“Karena itu kemudian dirubah DPRD setara dengan pemerintah dan sebagai unsur bersama pemerintah,” ucapnya

Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya telah memberi pembekalan ke para caleg dalam melakukan kampanye. Selain itu, pihaknya juga telah menyusun strategi yang disusun secara modern dan akademik.

Hal senada dikatakan Plt ketua DPW Nasdem Lampung Taufik Basari, dia memastikan semua dapil terisi. Untuk dapil yang sebelumnya sudah memiliki kursi, maka target di pileg ini minimal bisa menambah satu kursi.

“Sementara untuk dapil yang belum ada kursi, maka akan kita isi dengan target meraih dua kursi usai melihat kemampuan dari partai di daerah tersebut dan caleg yang diusung,”ucapnya.

Misalnya saja, sejak pilkada 2015 lalu pihaknya secara rutin melakukan survei, baik tingkat dapil hingga kabupaten/kota untuk mengetahui perkembangan partai politik maupun peta kekuatan suara secara personal serta cara menarik simpati masyarakat di daerah setempat.

Komentar