oleh

PT Madusari Murni Indah Secara Resmi Tercatat di BEI

Jakarta– Hari ini kamis (30/08) saham PT Madusari Murni Indah Tbk secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tepat pukul 09.00 WIB saham PT Madusari Murni Indah Tbk. Tampil di layar perdagangan bursa dengan harga perdana saham Rp 580,- per lembar saham.
PT Madusari Murni Indah Tbk tercatat sebagai emiten ke-34 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditahun 2018 dan merupakan emiten dari sektor industri dasar dan kimia yang pertama di tahun 2018 yang melantai di Bursa
dengan kode emiten MOLI.
Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata
mengungkapkan PT Madusari Murni Indah Tbk melepas sebanyak 351.000.000 saham atau 15,03%
dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (Pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.
“Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan disalurkan Perseroan untuk 94,45% kepada Entitas Anak untuk meningkatkan kapasitas produksi
Entitas Anak dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru, sedangkan sisanya akan disalurkan “Perseroan” kepada Entitas Anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa
gudang di daerah Jawa Timur”, ungkap Arief Goenadibrata.
“Kami berharap, momentum IPO akan menjadi langkah awal bagi Perseroan dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik, serta dengan dicatatkannya saham PT Madusari Murni Indah di BEI, maka
manajemen Perseroan akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (GCG) dengan
baik”, tutup Arief Goenadibrata optimis.
Tentang PT Madusari Murni Indah
(“Perseroan”)
PT Madusari Murni Indah atau Molindo Incorporated, adalah perusahaan holding yang menaungi PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik Ethanol, PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik CO2 dan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi.
Perusahaan ini didirikan di Malang pada
tahun 1965. Dalam perkembangan bisnisnya Madusari dikemudian hari mengakuisisi Molindo yang juga
merupakan produsen ethanol pesaing saat itu. Group perusahaan ini kemudian berkembang dan melahirkan PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik produsen ethanol dengan kapasitas produksi 80.000 KL per tahun dan juga PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik produksi gas CO2 dengan kapasitas produksi 15.360 ton per tahun.
Untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produknya, PT Madusari Murni Indah kemudian
mendirikan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi yang mana telah sukses
mendistribusikan produk Molindo Ethanol dan Molindo CO2, dan meraih pengakuan di pasar ekspor Asia Pasifik hingga ke Australia, Eropa dan seluruh penjuru lainnya.
Grup korporasi Molindo saat ini mempunyai market share ethanol sekitar 55% dari pasar ethanol
nasional. Untuk menjamin kebutuhan bahan baku yang berasal dari tetes tebu, Molindo telah menjalin hubungan yang sangat baik dan bekerjasama dengan Pabrik Gula di seluruh Indonesia. Tetes tebu atau mollases yang merupakan produk limbah dari proses tebu di pabrik gula diproses oleh Molindo melalui proses fermentasi dan destilasi menjadi ethanol dan gas CO2 serta limbahnya diolah menjadi pupuk.
Dengan proses ini Molindo tidak hanya menjadi perusahaan yang menghasilkan zero waste dalam proses produksinya dan juga mengimplementasikan inisiatif sosial karen atelah mengelola limbah
produk etanol menjadi pupuk organik tanaman tebu untuk pemberdayaan petani tebu.
Sebagai bentuk komitmen PT Madusari Murni Indah Tbk. untuk memenuhi kebutuhan etanol, maka PT
Madusari Murni Indah juga akan membangun pabrik etanol di Lampung. Di pabrik ini akan menggunakan bahan alternatif jagung selain tetes tebu. Saat ini tidak ada pabrik etanol dengan bahan
baku jagung di kawasan Asia Pasifik sehingga nantinya MRI akan menjadi produsen satu-satunya di kawasan Asia Pasifik yang memproduksi etanol dengan bahan baku jagung.
Hal ini tentunya akan menambah daya saing MRI di pasar regional sekaligus mendukung program ekspor dari Indonesia.Pada tanggal 25 Juli 2018, Menteri Perindustrian yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal
Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono mewakili Menteri Perindustrian menghadiri meresmikan pembangunan Unit Distilasi Etanol PT. Molindo Raya Industrial Lampung Plant sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah untuk mengembangkan
industri nasional.(Rls/ver)

Komentar